Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Sejarah

Sejarah Puskopdit BKCU Kalimantan

Sejarah Puskopdit BKCU Kalimantan

Kalimantan Barat merupakan bagian pengembangan Gerakan Credit Union (CU) yang dirintis oleh Pastor Karl Albrectht Karim, SJ (almarhum). Bibit-bibit Credit Union yang ditabur, berkembang dan mengalami inkultarasi sesuai budaya Kalimantan (Dayak) menjadi  CU “ala Kalimantan”. Perjalanan perkembangan CU di Kalimantan Barat sangat menarik untuk ditelusuri. Masih banyak saksi hidup, pelaku sejarah yang tahu persis bagaimana jatuh bangun, timbul tenggelamnya Credit Union di kawasan ini. Lebih menarik lagi akhir-akhir ini Credit Union menjadi populer. Teman-teman senusantara bahkan dari negara tetangga datang ke Kalimantan Barat untuk mempelajari CU “ala Kalimantan”. Menurut pendapat DR. Francis Wahono pada RAT BK3DK tahun buku 2006 di Palangka Raya CU “ala Kalimantan” disebut Credit Union Modern (CUM). Apabila kita menapak tilas terhadap sejarah perkembangan gerakan Credit Union Kalimantan, maka dapat dikelompokkan ke dalam fase-fase sebagai berikut :


Fase Awal Pengenalan (1975-1984)
Pada fase ini gerakan Credit Union berjalan secara sendiri-sendiri, alamiah tanpa koordinasi antar CU primer. Ketika itu Credit Union di wilayah Kalimantan Barat menjadi bagian dari program kerja Delegatus Sosial (DELSOS) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh  Pastor Pius Gamperle, OFM.Cap. Pada fase ini banyak berdiri Credit Union  di paroki-paroki sebagai lingkup wilayah operasional mereka. Umumnya masih dikelola secara tradisional, belum ada pegawai, pengurus merangkap pengelola dan hanya mengelola simpan-pinjam dengan produk tunggal. Ikatan pemersatu (Common Bond) terkesan masih tertutup, untuk kalangan terbatas. Akibatnya banyak credit union yang tidak mampu bertahan, hidup segan mati tak berkubur dan tinggal satu-satunya CU yang masih bertahan adalah CU Lantang Tipo (2 Februari 1976) di Pusat Damai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.


Fase Uji Coba (1985-1989)


Pada fase ini terjadi refleksi mengapa Credit Union pada masa terdahulu kerdil, dan hanya melangkah “poco-poco”, bahkan banyak yang menghilang tanpa berita.

Untuk mengkaji lebih jauh dan mencari langkah-langkah menumbuhkan kembali gerakan Credit Union di Kalimantan Barat, Delsos Keuskupan Agung Pontianak dipimpin oleh Pius Alfred memfasilitasi terbentuknya Tim Pengembang Credit Union dengan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Credit Union bekerjasama dengan BK3I Jakarta. Maka pada tanggal 12 Mei 1985 didirikan Credit Union Laboratorium yaitu Credit Union Khatulistiwa Bakti di Pontianak. Tim pengembang berpendapat Credit Union harus dimulai dari kota, tidak seperti pada fase sebelumnya di mana Credit Union dimulai di Paroki di daerah-daerah. Credit Union Laboratorium menjadi tempat belajar, dan memberi inspirasi tumbuhnya Credit Union baru baik di Kotamadya maupun di daerah pedalaman Kalimantan Barat. Selanjutnya, beberapa orang dari Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih yang juga terlibat dalam kepengurusan Credit Union Khatulistiwa Bakti mendirikan Credit Union Pancur Kasih pada tanggal 28 Mei 1987 dengan basis para guru SMP dan SMA Santo Fransiskus Asisi beserta pegawai Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih Pontianak. Perkembangan selanjutnya berdirilah beberapa CU antara lain yang masih bertahan sampai saat ini yaitu Credit Union Sehaq (1 Oktober 1988) di Pahauman Landak  dan Credit Union Usaha Kita (9 Juli 1989) di Sei Ayak Sanggau ( sekarang Sekadau). Pada tanggal 17  Agustus 1988 berdiri Credit Union Bina Masyarakat di Sintang dan tanggal 15 April 1989 berdiri Credit Union Masdapala di Ngabang.

Dengan semakin banyaknya CU primer bangkit kembali sehingga terpenuhi persyaratan pendirian BK3D yaitu minimum 3 CU primer (Khatulistiwa Bakti,
Lantang Tipo, Pancur Kasih), maka pada tanggal 27 November 1988  terbentuklah Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Kalimantan Barat (BK3D Kalbar) sebagai wadah untuk koordinasi dan pelatihan CU primer.  Pengurus periode pertama tercatat A.R Mecer sebagai Ketua, Pius Alfred bin Simin sebagai Wakil Ketua, P. Florus sebagai sekretaris,  dan Frans Laten sebagai Bendahara. Tahun 1991 ada pergantian pengurus.  Tiba-tiba muncul 40-an CU, tanpa sepengetahuan pengurus BK3D, AR  Mecer sebagai ketua saat itu. Ketika RAT, terpilihlah Pius Alftred sebagai ketua.  CU yang 40-an menghilang.


Fase Inkubasi (1990-1996)
Fase ini berlangsung selama 6 tahun di mana  BK3D Kalbar memulai kegiatannya secara efektif. Selain mengkoordinir Credit Union yang tumbuh dalam fase sebelumnya, BK3D Kal-bar juga memfasilitasi berdirinya CU-CU baru diantaranya Credit Union Bonaventura (9 Januari 1991)    di Nyarumkop Singkawang, Credit Union Semandang Jaya (1 November 1991) di Balai Semandang Ketapang, Credit Unon Semarong (27 Februari 1993) di Sosok Sanggau, Credit Union Keling Kumang (25 Maret 1993) di Tapang Sambas Sekadau, Credit Union Pancur Solidaritas (1 April 1994) di Ketapang, Credit Union Sumber Kasih (1 Mei 1994) di Teraju Sanggau, Credit Union Stella Maris (12 Februari 1995) di Pontianak, Credit Union Nyai Anta (14 Mei 1995) di Ng. Taman Sekadau, Credit Union Tri Tapang Kasih (2 Juni 1996) di Sejiram Kapuas Hulu, Credit Union Banuri Harapan Kita (10 Juni 1995) di Batang Tarang Sanggau, Credit Union Pancur Dangeri (14 April 1995) di Simpang Dua Kecamatan Simpang Hulu Kabupeten Ketapang,  Credit Union Agape (13 Juni 1996),  Credit Union Canaga Antutn (14 April 1996) di Menyumbung Ketapang. Adapun Credit Union yang tidak bergabung dengan BK3D Kalbar yaitu :  Credit Union Samaria (24 Oktober 1995) di Batang Tarang, Credit Union Alam Lestari Jopo (1 April 1995) di Desa Cupang Gading, Kecamatan Sekadau Hilir, dan Credit Union Berkat Usaha (18 Oktober 1996) di Baram Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang.  Namun pengembangan CU belum terencana dengan baik. Produk dan Pelayanan juga masih konvensional. Dana fasilitasi dan pendampingan masih sangat terbatas, belum mandiri dan masih tergantung pada donatur. BK3D Kalbar belum berhasil mengkoordinir CU-CU yang ada, sehingga CU masih berjalan sendiri-sendiri.
 

Fase Konsolidasi (1997-1999)
Kepengurusan BK3D Kalbar dipimpin oleh A.R Mecer. Tanda-tanda perkembangan sudah mulai tampak. Manajemen profesional mulai diterapkan,  secara internal BK3D Kalbar mulai mengangkat karyawan sebagai tenaga kerja penuh waktu. CU-CU yang ada mulai terkoordinir dengan baik dan jelas. Telah dilakukan persamaan persepsi tentang Visi dan Misi gerakan Credit Union termasuk perencanaan strategis dan pengembangan wilayah kerja. Hal ini berkaitan juga dengan terpilihnya A.R.Mecer sebagai anggota MPR RI (1999-2004) utusan golongan minoritas etnis Dayak. CU mulai diperkenalkan ke wilayah luar Kalbar. Di Kalteng berdiri Credit Union U Sumber Rejeki (1 Maret 1999) di Ampah Barito Selatan  dan di Kaltim berdiri Credit Union Sempekat Ningkah Olo (1 Juli 1999) di Jengan Danum Kutai Barat. Di Kalbar berdiri Credit Union  Kusapa (13 Desember 1998) di Sanggau. Credit Union Pangiris Midup (1 September 1997) di Langkar, Kecamatan Simpang Hulu Kabupeten Ketapang, Credit Union Manteare (6 September 1998) di Rawak, Sekadau, Kalimantan Barat, Credit Unio Tuah Menua (18 Agustus 1998) di Sei Utik Kecamatan Embaloh Hulu Kapuas Hulu, Credit Union Puyang Gana (6 Juli 1998) di Desa Keboq Kecamatan Kelam Permai Sintang Kalbar, Credit Union Gemalaq Kemisiq (17 Februari 1999) di Tanjung Kecamatan Jelai Hulu Ketapang, Credit Union Bina Kasih (23 Oktober 1999) di Pontianak, Credit Union Pangsurat Gunung Bawang ( 3 April 1998) di Belimbing Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang, Credit Union Panamuan Katalino (1  Juni 1997) di Tumiang Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, dan Credit Union Taponkng Borimai (29 September 1998) di Kotup Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau dan  Credit Union Raya Ramoh (1 Juni 1997). Pola ketergantungan dana pada donatur untuk fasilitasi dan pendampingan mulai bergeser dengan pola peningkatan keswadayaan.


Fase Penemuan Jati Diri (2000-2001)
Fase ini merupakan titik awal kebangkitan BK3D Kalbar di bawah kepemimpinan A.R Mecer. Philosofi, nilai-nilai, serta prinsip-prinsip Credit Union diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat lokal khususnya masyarakat Dayak. Melalui refleksi, evaluasi serta rekoleksi, para pengembang Credit Union di Kalimantan terinspirasi sehingga menemukan ramuan kombinasi pendekatan Ilmu Pengetahuan Modern, religius, dan nilai-nilai budaya lokal. Upaya penerapan pendekatan tersebut telah mengakar dalam praktik kehidupan sehari-hari para anggota. Kekhasan Credit Union Kalimantan mendorong  Credit Union di wilayah ini menjadi leading factor perkembangan Credit Union di Indonesia. Perencanaan Strategis sebelum mendirikan CU baru menjadi suatu keharusan. CU model baru berdiri di mana-mana. Di antaranya Credit Union Mura Kopa (22 Februari 2000) di Keladang Sanggau, Credit Union Keluarga Kudus (15 Oktober 2000) di Pontianak,  Credit Union Daya Lestari (4 Juni 2001) di Samarinda, Credit Union Tilung Jaya (15 Oktober 2001) di Putussibau,  Credit Union Telaga Kumang (1 Oktober 2000) , dan  Credit Union Arus Laur (15 November 2001).


Fase Perluasan Wilayah Kerja (2002-2006)
Pesatnya perkembangan Credit Union di bawah naungan BK3D Kalbar menjadi perhatian dari kalangan luar. Melalui mitra kerja di bawah SegeraK Pancur Kasih, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat dan kalangan gereja, mereka melakukan kunjungan ke Credit Union Kalimantan dan mereka melihat ada sesuatu yang berbeda. Karena dorongan yang kuat untuk mengembangkan Credit Union di wilayahnya masing-masing, mereka melakukan negosiasi untuk meminta difasilitasi oleh BK3D K. Permintaan terus mengalir, satu persatu Credit Union berdiri dan berkembang dengan konsep CU “ala Kalimantan” baik di Kalbar maupun di luar Kalbar yaitu     Credit Union Petemai Urip Mamahak Teboq Kutai Barat (10 April 2002) Samarinda, Credit Union Femung Pebaya (14 September 2002) di Malinau Kaltim, Credit Union Betang Asi    (26 Maret 2003) di Palangka Raya Kalteng, Credit Union Tani Mandiri (1 Mei 2003) di Nanga Mau Sintang, Credit Union Muare Pesisir  (10 Mei 2003) Sungai Itik di Kakap Kalbar, Credit Union Citra Dayak (29 Agustus 2003) di Belusuh Kutai Barat Kaltim, Credit Union Alang Jalung (25 Oktober 2003) di Desa Ritan Baru Kecamatan Tabang Kutai Kartanegara Kaltim, Credit Union Sabhang Utung (17 September 2004) di Nanga Kemangai Sintang, Credit Union Remaung Kecubung (7 Februari 2004) di Pangkalan Bun Kalteng, Credit Union Mambuin     (4 April 2005) di Babo Papua Barat, Credit Union Almendo (8 April 2005) di Sorong Papua Barat, Credit Union Eka Pambelum Itah (23 Juni 2006) di Sampit Kalteng, Credit Union Sinar  Papua Selatan (20 Agustus 2006) di Merauke Papua, Credit Union Bererod Gratia  (15 Mei 2006) di ibu kota negara Jakarta, dan Credit Union Bahtera Sejahtera (15 September 2006) di Maumere NTT, Credit Union Sauan Sibarrung (7 Desember 2006) di Makale Tana Toraja Sulawesi Selatan dan Credit Union Sinar Saron (7 Juli 2006) di Larantuka, Kabupaten Flores Timur NTT.


BK3D Kalimantan Barat terdorong atas permintaan anggota untuk menyesuaikan nama yang tepat. Pada RAT BK3D Kalbar Tahun Buku 2002 tanggal 11 Pebruari 2003 di Sekadau nama BK3D Kalbar diubah menjadi  BK3D Kalimantan-Indonesia yang disingkat BK3DK. Formulasi  khas Credit Union “ala Kalimantan” menjadi model bagi Credit Union di luar Kalimantan. Falsafah petani menjadi inspirasi dalam pengembangan produk dan pelayanannya. Adanya produk unggulan mendorong anggota untuk membangun masa depan melalui Credit Union. Untuk mempersiapkan masa depan ini, setiap anggota dimungkinkan meminjam untuk disimpan kembali di Credit Unionnya masing-masing. Pinjaman ini disebut Simpanan Kredit atau Simpanan Kapitalisasi atau Pola Menabung yang terprogram. BK3D-K merasa berkewajiban merespon permintaan fasilitasi dan pendampingan Credit Union di luar Kalimantan. Perkembangan Credit Union yang pesat mendorong aktivis untuk terus menerus mengasah diri dengan pengetahuan dan ketrampilan. Oleh sebab itu para praktisi Credit Union Kalimantan aktif menghadiri event-event yang diselenggarakan di tingkat nasional maupun Internasional. Dengan demikian Credit Union Kalimantan mulai dikenal di kalangan Credit Union Indonesia dan Asia.


Fase Akreditasi (2007-sekarang)
Fase Akreditasi dimulai sejak tahun 2007. Beberapa CU yang berdiri pada fase ini Credit Union Kasih Sejahtera (8 Juni 2007) di Atambua Timor, Credit Union Kingmi (9 Juli 2007) di Pontianak Kalbar, Credit Union Mekar Kasih (28 September 2007) di  Makassar, Credit Union Gerbang Kasih (13 Juni 2007 ) di Ende NTT, dan Credit Union Kasih Sejahtera (25 Juli 2007) di Surabaya. Paradigma baru dalam mengelola credit union memerlukan pengetahuan dan ketrampilan baru. Credit Union Kalimantan harus standar dan profesional, sehingga perlu alat penilaian yang standar yang diakui di tingkat dunia. Instrumen assesmen inilah yang dikenal dengan nama ACCESS Branding. Pada tahap awal ini, untuk sementara sepuluh Credit Union anggota BK3D-K (Pancur Kasih, Lantang Tipo, Keling Kumang, Khatulistiwa Bakti, Betang Asi, Sumber Rejeki, Pancur Solidaritas, Bonaventura, Tilung Jaya dan Canaga Antutn) direkomendasikan untuk mempersiapkan  diri mengikuti  akreditasi ACCESS Branding oleh Association Of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU).



Catatan:
Peran-peran Gereja melalui para Romo: Rm.Subiyanto(Papua), Belino(Florus), Fredy (Sulawesi), Chrisantus Lake, Pr.(Atambua). CU masuk sekolah sebagai muatan lokal (SMP/U Fransiskus Asisi).

 

Arti Logo BKCU Kalimantan

Arti gambar pulau Kalimantan
Melambangkan gerakan Credit Union Kalimantan bermula dari Kalimantan. Gerakan yang merupakan titik tolak sejarah perkembangan Credit Union Indonesia.
 

Arti gambar Bola Dunia
Menunjukkan  bahwa Gerakan Credit Union Kalimantan merupakan gerakan yang mendunia (global). Salah satu kekuatan  gerakan Kalimantan yaitu bukan hanya lokal tetapi memiliki jaringan internasional.

Arti gambar Tangan

Gambar tangan yang menopang Bola Dunia dan Pulau Kalimantan melambangkan kemandirian.  Gerakan yang mengutamakan prinsip solidaritas/setia kawan dan swadaya.
 

Makna Warna Logo Puskopdit BKCU Kalimantan
Warna Biru: melambangkan Kedamaian dan Keamanan.
Warna Hijau: melambangkan kesejahteraan. Gerakan Credit Union Kalimantan bertujuan agar setiap anggota  bebas  financial.
Warna Coklat: melambangkan Warna yang menunjukkan  bagian pulau Kalimantan yang bukan wilayah NKRI.

Share this Post:

Artikel Terkait: