Business Plan KSP CU Kusapa Tahun Buku 2026
Setiap bulan Oktober hingga Desember, CU Primer anggota PUSKOPCUINA rutin mengadakan Strategic Planning (SP) dan/atau Business Plan (BP). Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari manajemen strategis yang wajib dilakukan oleh CU. Hal ini diatur dalam kontrak solidaritas yang merupakan regulasi internal jaringan PUSKOPCUINA, melengkapi regulasi pemerintah serta gerakan CU Asia.
SP berfungsi untuk menyusun arah strategis atau peta jalan CU dalam jangka waktu 3-5 tahun. Sedangkan BP digunakan untuk menyusun Rencana Kegiatan (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB), yang biasa dikenal sebagai program kerja. RK dan RAPB kemudian disampaikan oleh pengurus dalam rapat anggota untuk mendapatkan pengesahan. Ada CU yang menggelar rapat anggota khusus, dan ada pula yang menjadikannya bagian dari rapat anggota tahunan.

Kelompok Perspektif Bisnis Internal
Mengutip laman markplusinstitute, BP adalah dokumen tertulis yang memuat gambaran lengkap tentang tujuan, strategi, cara pencapaian, proyeksi keuangan, serta rencana operasional sebuah usaha atau organisasi. Dokumen ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan pengambilan keputusan.
KSP CU Kusapa, yang pada bulan Desember 2025 akan memasuki usia 27 tahun, seperti CU primer lainnya, secara konsisten menyelenggarakan SP dan BP. Tahun ini, KSP CU Kusapa mengadakan BP dari tanggal 11 hingga 13 November 2025. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan Matriks Perencanaan Program (MPP), sementara budgeting dan cashflow disusun dalam kegiatan lain. Acara dihadiri oleh pengurus, pengawas, dan manajemen sebanyak 50 orang peserta, bertempat di aula kantor pusat KSP CU Kusapa di Sanggau. Kantor yang terletak di dataran tinggi ini memberikan pemandangan luas dan aula yang terbuka tentu menghemat energi.
Untuk memperlancar proses, Pengurus KSP CU Kusapa meminta fasilitator dari PUSKOPCUINA. General Manager PUSKOPCUINA, Rosalina Susi, menugaskan Erowin sebagai fasilitator.

Perspektif Pendidikan dan Pemberdayaan
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus, Akasius Susanto, S.Pd. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menegaskan pentingnya perbaikan berkelanjutan. "Kita sudah melakukan evaluasi, ada yang mencapai 80% ke atas, itu menggembirakan. Namun ada juga yang di bawah 80%, ini menunjukkan kita perlu memperbaiki pola pikir dan cara kerja agar kinerja KSP CU Kusapa makin meningkat," ujarnya.

Kelompok Perspektif Anggota
Pengurus dan manajemen telah menggelar pertemuan Pra BP untuk mengevaluasi pencapaian sasaran strategis tahun 2025 berdasarkan realisasi hingga 31 Oktober. Mereka juga mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam merealisasikan target serta mencari strategi dan taktik untuk mengatasinya.

Kelompok Perspektif Keuangan
Taktik disusun dengan memperhatikan Strenght (S)/kekuatan, Opportunities (O)/peluang, Aspiration (A)/aspirasi, dan Result (R)/hasil (SOAR) menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry (AI). Tujuannya menggali kisah keberhasilan, sekecil apa pun, untuk belajar bersyukur sebagai fondasi perubahan positif. Kegiatan ini menekankan pentingnya menghindari keluhan dan fokus pada solusi.

Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran
Untuk menyusun MPP dan taktik, peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang mendiskusikan sasaran strategis dari lima perspektif: keuangan, anggota, bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran, serta diklat dan pemberdayaan.
Perspektif diklat dan pemberdayaan difokuskan untuk menyusun MPP terkait pendidikan keuangan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan usaha kecil anggota. Dua dari enam tahapan ini memotivasi anggota mencapai kebebasan finansial sesuai dengan bisnis solusi ACCU No. 34 – Panduan untuk CU Memberdayakan Anggota Menuju Kebebasan Finansial.
Pada hari pertama, kelompok bekerja menyusun MPP dan taktik kegiatan tahun 2026. Fokusnya adalah memastikan target dan kegiatan terlaksana dengan baik. Kegiatan yang disusun bukan sekadar rutinitas, melainkan harus membawa dampak positif bagi anggota.
MPP diplenokan pada hari kedua dan ketiga. Peserta aktif berdiskusi dalam kelompok maupun pleno. Fasilitator mengingatkan pentingnya partisipasi aktif dengan mengadopsi ajaran Beato Adolph Kolping (1813–1865), Bapak Pekerja: ikut berpikir, ikut berbicara, ikut bertindak, dan ikut bertanggung jawab.
BP di gerakan CU melibatkan berbagai pihak agar tercipta rasa memiliki, pemahaman bersama, perubahan pola pikir yang positif, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif dalam merealisasikan program kerja.
Sebaik apapun dokumen BP, tanpa implementasi optimal, dampak terhadap anggota dan lembaga akan kurang terasa. Menurut para ahli, tahapan manajemen strategis tersulit adalah implementasi strategi, yang melibatkan banyak orang dengan semangat kerja yang bisa naik turun.
Tantangan terbesar pengurus dan manajemen KSP CU Kusapa adalah menjaga dan meningkatkan motivasi seluruh komponen organisasi agar pelaksanaan strategi berjalan optimal.
Semoga program kerja yang disusun sungguh-sungguh dapat memperkuat kapasitas lembaga dan mendorong anggota meningkatkan kualitas hidupnya.



