Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Profile Singkat

PUSKOPCUINA

Federasi Nasional Credit Union Indonesia

APA ITU PUSKOPCUINA?

PUSKOPCUINA (awalnya BK3D Kalbar) berdiri pada tanggal 27 November 1988 di Pontianak. PUSKOPCUINA aktif mempromosikan dan memfasilitasi berdirinya credit union - credit union primer.

Jaringan PUSKOPCUINA tersebar hampir ke seluruh wilayah Republik Indonesia. Mayoritas credit union anggota PUSKOPCUINA berkembang dengan baik; aset dan jumlah anggota cukup kencang peningkatannya.

Walaupun demikian, kami tetap menyadari masih diperlukan pembenahan-pembenahan baik internal maupun eksternal pada masa yang akan datang agar credit union mampu menghadapi berbagai dinamika yang terjadi.
MANAJEMEN
Credit Union
Aktivis Credit Union
Anggota Credit Union
What we do

SOLUSI CERDAS DAN TERPERCAYA

Grid Image

Simpan Pinjam

Menawarkan layanan finansial kepada CU Primer berupa simpan pinjam yang sesuai dengan regulasi pemerintah

Tata Kelola

Mendukung tata kelola CU yang baik dan berbasis ACCESS Branding (AB)

Pendidikan & Pelatihan

Peningkatan kapasitas aktivis CU melalui pendidikan teknis dan non-teknis serta pelatihan berdasarkan solusi bisnis dari ACCU

Pemberdayaan

Mendampingi anggota CU untuk meningkatkan kualitas hidup melalui usaha produktif

Teknologi Informasi

Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan CU dengan adopsi digitalisasi

Konsultasi

Memberikan saran dan petunjuk dalam pelaksanaan CU yang sesuai dengan regulasi

Grid Image

TIM SCT

Pengurus, Pengawas, Penasihat, Komite dan Manajemen PUSKOPCUINA

PENGURUS

Agustinus Alibata, S.Pd, M.Si

Agustinus Alibata, S.Pd, M.Si

Ketua Pengurus
Anton Sera’ Sima, S.IP.

Anton Sera’ Sima, S.IP.

Wakil Ketua Pengurus
Simon Jaang, S.H

Simon Jaang, S.H

Sekretaris Pengurus
Dr. RITA SARLAWA, S.E., M.Si.

Dr. RITA SARLAWA, S.E., M.Si.

Bendahara Pengurus
Edi Petebang

Edi Petebang

Anggota Pengurus I
EUSTELLA MARIS, S.H.

EUSTELLA MARIS, S.H.

Anggota Pengurus II
Gregorius Am'isa, S.Pd.

Gregorius Am'isa, S.Pd.

anggota Pengurus III

PENGAWAS

Agus Budi Saktiono, S.T.

Agus Budi Saktiono, S.T.

Ketua Pengawas
RD. Agustinus Lengga Tiala, S.Fil., M.M.

RD. Agustinus Lengga Tiala, S.Fil., M.M.

Sekretaris Pengawas
VERONICA ATHINK SIA, S.Hut.,M.Hut

VERONICA ATHINK SIA, S.Hut.,M.Hut

Anggota Pengawas

PENASIHAT

Frans Laten, S.E., Ak, CA.

Frans Laten, S.E., Ak, CA.

Penasihat
P. Dr. Fredy Rante Taruk, Pr.

P. Dr. Fredy Rante Taruk, Pr.

Penasihat

KOMITE

Drs. H. Darmawansyah

Drs. H. Darmawansyah

Ketua Komite Keuangan
Henry Fangiran, S.E

Henry Fangiran, S.E

Ketua Kp4
ANTHONIUS PARARAK, S.S, M.Si

ANTHONIUS PARARAK, S.S, M.Si

Wakil Komite Pemilihan Pengurus dan Pengawas
Yohan Deretah

Yohan Deretah

Sekretaris Komite Keuangan
MARSIANUS AMI, S.Pd

MARSIANUS AMI, S.Pd

Sekretaris Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Dr. Sesilia Seli, M.Pd.

Dr. Sesilia Seli, M.Pd.

Anggota TIM AHLI SDGs
Elisabeth Supriharyanti

Elisabeth Supriharyanti

Anggota TIM AHLI SDGs
Prof. Dr. Ir. Yulius B. Pasolon, M. Agr

Prof. Dr. Ir. Yulius B. Pasolon, M. Agr

Anggota TIM AHLI SDGs
Hermawan Budi Susetyo, S.SI

Hermawan Budi Susetyo, S.SI

Anggota Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Pdt. Lukas Eko Sukoco, M.Th

Pdt. Lukas Eko Sukoco, M.Th

Anggota Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Rm. Antonius Sumarwan, SJ

Rm. Antonius Sumarwan, SJ

Anggota Komite Keuangan

MANAJEMEN

GENERAL MANAGER

Rosalina Susi, S.E., M.Ak.

Rosalina Susi, S.E., M.Ak.

General Manager

PERANGKAT GM

Martinus Ajung, S.E.

Martinus Ajung, S.E.

Sekretaris General Manager
Sumbogo, S.Pd., M.M.

Sumbogo, S.Pd., M.M.

Personalia
Salomon, S.H

Salomon, S.H

SPI

ORGANISASI

Masius Triadi, S.M., M.M.

Masius Triadi, S.M., M.M.

Manajer Organisasi
Anwar

Anwar

Staf Administrasi dan Umum
Lola Sonya, S.H.

Lola Sonya, S.H.

Staf Legal, Branding & Sertifikasi
Willy Bordus Irwan, S.Pd.

Willy Bordus Irwan, S.Pd.

Staf Humas Kemitraan dan Komunikasi

USAHA

Petrus Doni, S.Ak.

Petrus Doni, S.Ak.

Manajer Usaha
Selestina Dewi, S.E.

Selestina Dewi, S.E.

Staf Perlindungan Anggota
Vedriana Tencau, S.E., M.E.

Vedriana Tencau, S.E., M.E.

Staf Operasional dan Perpajakan
Feliks Yudha, S. Kom

Feliks Yudha, S. Kom

Staf Interlending

PSDM DAN PEMBERDAYAAN

Erowin, S.Hut., M.M.

Erowin, S.Hut., M.M.

Manajer PSDM dan Pemberdayaan
Bertinus, S.H

Bertinus, S.H

Staf Penyelenggaraan Diklat dan Sertifikasi
Seravinus Sony, S.Pd., M.M.

Seravinus Sony, S.Pd., M.M.

Staf Kurikulum & Pengembangan Materi
Beni Runtunuwu, S.E

Beni Runtunuwu, S.E

Staf Pendampingan dan Pemberdayaan CU
Jullia Chandra, S.E.

Jullia Chandra, S.E.

Staf Pengembangan Jaringan & Pemasaran Produk Anggota

PENDAMPINGAN CU

Dominikus Dakota Hastinamora, S.Hut., M.M.

Dominikus Dakota Hastinamora, S.Hut., M.M.

Manajer Pendampingan CU
Tri Kukuh Tino David, S.Kom.

Tri Kukuh Tino David, S.Kom.

Staf Coaching
Adrianus Alkadri, S.H.

Adrianus Alkadri, S.H.

Staf Litbang & Standarisasi
Janting Yanus Kalpin, S.Pd.

Janting Yanus Kalpin, S.Pd.

Staf Coaching

TATA KELOLA & KEPATUHAN

Serapina Serapin, S.M.

Serapina Serapin, S.M.

Manajer Tata Kelola dan Kepatuhan
Santa Manik Pongmasak, S.E.

Santa Manik Pongmasak, S.E.

Staf Audit dan Monitoring
Fransiska, S.E.

Fransiska, S.E.

Staf Assessment & Sertifikasi

TEKNOLOGI INFORMASI

Tony, S.Kom.

Tony, S.Kom.

Manajer Teknologi Informasi
Reicardo Kristo Wijaya, S.Kom.

Reicardo Kristo Wijaya, S.Kom.

Staf Inovasi & Dokumentasi Digital
Gandhiwiria, S.Kom.

Gandhiwiria, S.Kom.

Staf ESCETE
Marwandy Harianto Candra, S.Kom.

Marwandy Harianto Candra, S.Kom.

Staf Software Development
Yohanes Dicky Mahendra, S.Kom.

Yohanes Dicky Mahendra, S.Kom.

Staf Software Development
Perjalanan Kami

SEJARAH

Perjalanan dan tonggak penting PUSKOPCUINA

9 Sep 2014
Kalimantan Barat merupakan bagian pengembangan Gerakan Credit Union (CU) yang dirintis oleh Pastor Karl Albrectht Karim, SJ (almarhum). Bibit-bibit Credit Union yang ditabur, berkembang dan mengalami inkultarasi sesuai budaya Kalimantan (Dayak) menjadi  CU “ala Kalimantan”. Perjalanan perkembangan CU di Kalimantan Barat sangat menarik untuk ditelusuri. Masih banyak saksi hidup, pelaku sejarah yang tahu persis bagaimana jatuh bangun, timbul tenggelamnya Credit Union di kawasan ini. Lebih menarik lagi akhir-akhir ini Credit Union menjadi populer. Teman-teman senusantara bahkan dari negara tetangga datang ke Kalimantan Barat untuk mempelajari CU “ala Kalimantan”. Menurut pendapat DR. Francis Wahono pada RAT BK3DK tahun buku 2006 di Palangka Raya CU “ala Kalimantan” disebut Credit Union Modern (CUM). Apabila kita menapak tilas terhadap sejarah perkembangan gerakan Credit Union Kalimantan, maka dapat dikelompokkan ke dalam fase-fase sebagai berikut :

Fase Awal Pengenalan (1975-1984)
Pada fase ini gerakan Credit Union berjalan secara sendiri-sendiri, alamiah tanpa koordinasi antar CU primer. Ketika itu Credit Union di wilayah Kalimantan Barat menjadi bagian dari program kerja Delegatus Sosial (DELSOS) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh  Pastor Pius Gamperle, OFM.Cap. Pada fase ini banyak berdiri Credit Union  di paroki-paroki sebagai lingkup wilayah operasional mereka. Umumnya masih dikelola secara tradisional, belum ada pegawai, pengurus merangkap pengelola dan hanya mengelola simpan-pinjam dengan produk tunggal. Ikatan pemersatu (Common Bond) terkesan masih tertutup, untuk kalangan terbatas. Akibatnya banyak credit union yang tidak mampu bertahan, hidup segan mati tak berkubur dan tinggal satu-satunya CU yang masih bertahan adalah CU Lantang Tipo (2 Februari 1976) di Pusat Damai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
9 Sep 2014
Awalnya Carolus Albrecht, SJ, kelahiran Altusried, Augsburg, Jerman Selatan, 19 April 1929 ditugaskan  ke  Indonesia pada Desember 1958 di Girisonta, Jawa Tengah. Tahun 1959 kemudian pindah ke Jakarta bertugas di Tanjung Priok kemudian pindah lagi lalu Semarang pada tahun 1960 sampai 1961.

Sebagai bentuk kesadaran Gereja Katolik terhadap pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat, KWI (Konferensi Waligereja Indonesia, waktu itu bernama Majelis Agung Waligereja Indonesia-MAWI), menugaskan Pater Albrecht, SJ (Delegatus Sosial Keukupan Agung Jakarta) dan sejawatnya Frans Lubbers, OSC (Delegatus Sosial Keuskupan Bandung) mengembangkan Credit Union  bersama semua Delegatus Sosial Keuskupan.


Dimulai dari SELA (Socio Economic Life in Asia, Lembaga yang berada di bawah Serikat Jesus) menyelenggarakan sebuah seminar panjang di Bangkok tahun 1963 dengan pembicara para imam dan awam dari Amerika, Eropa dan Philipina. SELA adalah lembaga yang pertama kali memperkenalkan Credit Union di Asia, termasuk Indonesia. Seminar yang bertajuk Community Development and Credit Union inilah yang menjadi tonggak awal ide pengembangan Credit Union di Indonesia.
9 Sep 2014
Pada abad 19, tahun 1846-1847, masyarakat Jerman ditimpa musibah kelaparan dan musim dingin yang hebat. Akibat cuaca buruk tersebut, banyak penduduk yang kelaparan. Penyakitpun menyerang mereka. Akhirnya kehidupan menjadi sangat kacau. Para petani yang menggantungkan hidup pada kemurahan alam tak berdaya. Henry Wolff seorang pejabat local setempat menggambarkan kondisi para petani saat itu sebagai “Dunia Tak Berpengharapan”. Miskin tak berdaya dan pertanian berantakan. Masyarakat tidak memiliki uang untuk membeli mesin pertanian, pupuk, bibit atau membangun peternakan untuk meningkatkan pendapatan.


Pada saat itu petani adalah korban yang sangat menderita. Para petani meminjam uang dari lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Disamping itu mereka meminta jaminan atas lahan pertanian mereka. Apabila mereka gagal membayar pada saat jatuh tempo maka tanah pertanian dan harta benda lain yang mereka gadai langsung disita. Bahkan sering terjadi harta benda para petani juga menjadi incaran para lintah darat. Kehidupan para petani pada waktu itu ibarat 



“gali lobang tutup lobang, tutup hutang lama, cari hutang baru.”

Usaha ini ternyata tidak membuahkan hasil dan tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kaum miskin. Derma atau bantuan cuma-cuma tidak dapat memecahkan masalah kemiskinan namun menambah beban karena jumlah warga miskin menjadi terus bertambah karena mudahnya menTahun 1849 saat Friedrich Wilhelm Raiffeisen menjadi walikota ia mendirikan Perkumpulan Masyarakat Flamersfeld untuk membantu para petani miskin yang terdiri dari 60 orang kaya. “Kaum miskin harus segera ditolong” begitu katanya. Maka Raiffeisen mengundang kaum kaya agar mengumpulkan uang untuk menolong kaum miskin. Kaum kaya menanggapi secara positif seruan sang walikota


dapat sumbangan. Penggunaan uang oleh kaum miskin tidak terkontrol, bahkan tidak sedikit yang cepat-cepat memboroskan uangnya agar menerima derma lagi. Akibatnya para dermawan tidak berminat membantu kaum miskin lagi


Friedrich Wilhelm Raiffeisen, pada waktu itu juga mendirikan Brotveiren, suatu kelompok yang membagi-bagikan roti kepada kaum miskin. Kemudian ia mendirikan pabrik roti yang menjual roti kepada orang yang tidak mampu
Fondasi Gerakan

FILOSOFI

Nilai dan prinsip yang menjadi landasan gerakan kami

4 Sep 2014
1. Azas Swadaya, modal dari simpanan hanya diperoleh dari  anggotanya.

2. Azas setiakawan/solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya

3. Azaz Pendidikan/penyadaran, membangun watak adalah yang utama, hanya yang berwatak baik yang diberikan pinjaman

Kamus Cambrigde

Self-help: tindakan membantu atau memperbaiki diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
4 Sep 2014
Keadilan, secara konsisten menciptakan produk  pelayanan kepada para anggotanya dan fokus hanya kepada anggota. Dapat dipantau dengan cara: melihat  apakah penetapan nilai produk dapat meningkatkan pelayanan  yang menguntungkan pada anggotanya.
Integritas, menunjukaan perhatian, komitmen dan kejujuran termasuk dalam hal pelaporan. Dapat dipantau dengan cara:  1) Menggunakan semua informasi yang tersedia dan metode pelaporan yang benar, 2) Para pemegang saham sadar akan pelaporan itu, 3) Jangkauan dan penyampaian informasi berguna bagi pemegang saham, 4) Laporan anggota meliputi indikator-indikator yang dapat diukur, manfaat keuangan yang bernilai yang diberikan kepada anggota melalui penetapan nilai produk.
Profesionalisme, pelayanan yang efisien, efektif dan tepat waktu atas kerjasama pengurus, pengawas dan manajemen yang terlatih dengan dukungan sistem komunikasi dan operasional yang dikelola dengan baik. Dapat dipantau dengan cara: melihat data  keluhan anggota, menggunakan teknik survey dan umpan balik.
Bertanggung Jawab, didukung oleh manajemen kehatihatian (prudent management) dan ketersediaan modal yang kuat. Dapat dipantau dengan cara: melihat terpenuhinya Indikator keuangan kunci dan sesuai dengan standard Operasional CU
Kerjasama, masukan para pemegang saham, seluruh lapisan masyarakat dan keterlibatan mereka memberikan manfaat kepada anggota serta masyarakat lokal melalui usaha kolektif. Dapat dipantau dengan cara: melihat jumlah organisasi masyarakat yang menggunakan CU, jumlah nilai tambah atau manfaat yang diperkenalkan setiap tahun.
Perayaan, tuntutan organisasi yang sehat  dengan kualitas pegawai yang baik perlu diperkuat dengan antusiasme perayaan keberhasilan. Hal ini merupakan hal penting dalam organisasi yang sehat. Perayaan untuk apresiasi kekuatan, talenta dan potensi orang-orang dalam organisasi akan mendorong peningkatan kepercayaan diri dan kompetensi dalam berorganisasi. Namun perlu juga mengakui kelemahan manusia atas kesalahan atau kegagalannya. Dapat dipantu dengan cara: 1) Survey terhadap staff dan Pengurus, 2) Volume peristiwa perayaan keberhasilan dan individu,  3) Perayaan bagi anggota yang menonjol
Saling menghormati, setiap orang harus diperlakukan dengan rasa hormat dan bermartabat. Dapat dipantau dengan cara: 1) Umpan balik anggota secara terus menerus, 2) Keluhan/komentar/saran (lisan dan tertulis), 3) Survey para pemegang saham dan masyarakat.
Tanggung gugat (accountable), Berkaitan dengan mitra masyarakat, pemerintah dan bisnis, maka harus bertanggung jawab demi kualitas kerja dan memberikan lebih dari apa yang diharapkan. Dapat dilakukan melalui keterbukaan berorganisasi yang mencerminkan pada kepercayaan dan kesadaran akan tanggung gugat bersama. Dapat dipantau dengan cara: 1) Transparansi laporan 2) Daftar sikap yang diinginkan dan disepakati bersama dengan menggunakan metode survey, wawancara, keluhan anggota hingga tingkat pembuatan keputusan yang didelegasikan.
Integrasi, bekerja adalah bagian penting dari hidup yang menyatu dengan aktivitas hidup lainnya. Bekerja dalam tim secara holistik, saling menghormati perbedaan dan keyakinan. Dapat dipantau dengan cara: 1) Survey persepsi staff & anggota, 2) Mengukur staff/volunter/aktivis yang memiliki perbedaan, keyakinan dan lain-lain.
Inovasi, secara aktif mencari cara untuk memperkenalkan program dan prosedur baru untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan melalui perubahan yang terus menerus baik dalam proses maupun sistem. Dapat dipantau dengan cara: 1) Mencatat dan Mengungkap gagasan program baru, 2) Menerima, 3) Mengevaluasi, 4) Mengembangkan, 5) Mengimplementasikan, 6) Mengukur hasilnya.
 
4 Sep 2014
Nilai semangat anggota identik dengan perilaku anggota. Nilai semangat ini harus dijaga dan dilaksanakan oleh semua anggota agar CU tetap hidup dan berkembang. Nilai ini harus menjadi syarat mutlak bagi anggota apalagi yang akan menjadi pengurus atau pengawas CU. Sejatinya pengurus maupun pengawas harus memberikan teladan kepada para anggotanya. Jika mereka tidak memberikan teladan maka akan diikuti oleh para anggota. Kesalahan memilih pengurus akan berdampak sistemik pada pertumbuhan dan perkembangan CU bahkan kehancuran CU itu sendiri.

Inilah Nilai semangat keanggotaan CU:



Menolong diri sendiri, menjadi anggota CU bertujuan untuk ”Menolong diri sendiri”. Salah satu bentuk menolong diri sendiri adalah menabung secara rutin, Anggota yang membutuhkan boleh meminjam dari uang tabungan-tabungan yang  terkumpul. Anggota yang meminjam nantinya harus mengembalikan pinjamannya dengan penuh tanggung jawab.

Bertanggung jawab kepada diri sendiri, menjadi orang yang bertanggung jawab artinya bertindak dan terlibat atas keputusan diri sendiri. Anggota yang bertanggung jawab adalah mereka yang menabung dengan kesadaran sendiri. Anggota yang meminjam harus mengembalikan pinjamannya atas kesadaran sendiri. Berani meminjam berarti ”mampu dan mau mengembalikan” secara sadar dan bertanggung jawab.

Demokrasi, menjunjung tinggi nilai-nilai ”Demokrasi” artinya berkaitan dengan hak suara. Satu anggota satu suara walaupun seorang anggota memiliki tabungan besar. Semua anggota memiliki hak suara yang sama, kecuali anggota yang lalai mengangsur pinjaman tidak memiliki hak suara (adalah anggota yang tidak bertanggung jawab). Di CU juga diatur bahwa satu anggota hanya boleh maksimal memiliki tabungan paling tinggi 20% dari total Aset.

Kesetaraan, para anggota CU diperlakukan sama. Tidak ada pembedaan kaya atau miskin, laki atau  perempuan, pejabat atau bukan pejabat. Semua Sama. Setiap anggota wajib mengikuti DIKSAR (pendidikan dasar) CU dan wajib mengikuti semua kebijakan yang telah ditetapkan. Pengurus juga harus mentaati kebijakan pinjaman yang ada sama seperti anggota lain. Sungguh tidak pantas jika ada pengurus yang ingin meminjam namun tidak bersedia mengikuti ketentuan yang mereka tetapkan.

Swadaya, mengandung arti dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Karens bersifat mandiri dan berdaulat CU tidak menerima penyertaan modal dari luar. Untuk itu CU harus memiliki cara untuk menciptakan modal dari anggota. Lalu simpanan atau modal yang terkumpul diupayakan beredar kembali kepada anggota 70% hinga 80% dari Aset yang ada. Karena itu pertumbuhan CU juga tergantung pada pertumbuhan jumlah anggotanya.

Setiakawan (solidaritas), anggota CU memiliki ikatan pemersatu (commond-bond) para anggotanya. Mereka saling kenal, saling berbagi pengalaman dan saling membantu memecahkan masalah bersama. ”Anda susah saya bantu, saya susah anda bantu” begitulah ungkapan yang dekat pada anggota. Salah satu produk solidaritas yang ada di CU adalah Santunan Duka untuk ahli waris anggota yang meninggal. Dananya dikumpulkan dari iuran anggota. Bila ada anggota yang meninggal, maka ahli warisnya akan mendapatkan Santunan yang jumlahnya  10X lipat dari iuran yang dibayarkan anggota.

Keadilan, Nilai-nilai keadilan secara konsisten diterapkan di CU. Bagi anggota yang menyetor diawal bulan akan menerima balas jasa simpanan yang lebih besar dibanding dengan anggota yang menyetor diakhir bulan. Bagi anggota yang memiliki simpanan besar akan mendapatkan balas jasa yang besar sesuai ketentuan yang disepakati. Kepada yang memberi pasti menerima. Yang hanya mau menerima saja tidak layak menjadi anggota CU. Apabilla ada anggota yang baru masuk CU langsung mau pinjam besar, padahal tabungannya baru sedikit, apabila ada anggota yang hanya menabung saja untuk menerima balas jasa simpanan dan tidak mau meminjam. Ini melanggar nilai-nilai keadilan. Tidak adil jika anggota yang simpanannya kecil meminjam besar dan tidak adil jika anggota hanya mau menerima balas jasa simpaman saja tanpa mau berpartisipasi meminjam.  CU yang sering melanggar nilai-nilai keadilan pasti akan mengalami kebangkrutan.



 

Misi

Memastikan Keberlanjutan Gerakan Credit Union Melalui Tata Kelola Yang Sehat Dan Terintegrasi Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Anggota

Visi

Menjadi Federasi Nasional Credit Union Yang Terintegrasi, Terpercaya Dan Berkelanjutan

Nilai-Nilai Inti

SETIA dalam KESATUAN, MEMBERDAYAKAN secara UNGGUL dan INOVATIF dengan INTEGRITAS tinggi serta berperilaku RAMAH LINGKUNGAN

Kebijakkan Mutu

Kami Berkomitmen Untuk Menjadi Federasi Nasional Credit Union Yang Berkualitas Dengan Perbaikan Berkesinambungan Dan Mematuhi Peraturan Perundang-Undangan untuk Mencapai Kepuasan Anggota Dan Para Pihak

Slogan: Solusi Cerdas Terpercaya