PUSKOPCUINA
Federasi Nasional Credit Union IndonesiaAPA ITU PUSKOPCUINA?
PUSKOPCUINA (awalnya BK3D Kalbar) berdiri pada tanggal 27 November 1988 di Pontianak. PUSKOPCUINA aktif mempromosikan dan memfasilitasi berdirinya credit union - credit union primer.Jaringan PUSKOPCUINA tersebar hampir ke seluruh wilayah Republik Indonesia. Mayoritas credit union anggota PUSKOPCUINA berkembang dengan baik; aset dan jumlah anggota cukup kencang peningkatannya.
Walaupun demikian, kami tetap menyadari masih diperlukan pembenahan-pembenahan baik internal maupun eksternal pada masa yang akan datang agar credit union mampu menghadapi berbagai dinamika yang terjadi.
MANAJEMEN
Credit Union
Aktivis Credit Union
Anggota Credit Union
What we do
SOLUSI CERDAS DAN TERPERCAYA
Simpan Pinjam
Menawarkan layanan finansial kepada CU Primer berupa simpan pinjam yang sesuai dengan regulasi pemerintah
Tata Kelola
Mendukung tata kelola CU yang baik dan berbasis ACCESS Branding (AB)
Pendidikan & Pelatihan
Peningkatan kapasitas aktivis CU melalui pendidikan teknis dan non-teknis serta pelatihan berdasarkan solusi bisnis dari ACCU
Pemberdayaan
Mendampingi anggota CU untuk meningkatkan kualitas hidup melalui usaha produktif
Teknologi Informasi
Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan CU dengan adopsi digitalisasi
Konsultasi
Memberikan saran dan petunjuk dalam pelaksanaan CU yang sesuai dengan regulasi
TIM SCT
Pengurus, Pengawas, Penasihat, Komite dan Manajemen PUSKOPCUINAPENGURUS
Agustinus Alibata, S.Pd, M.Si
Ketua Pengurus
Anton Sera’ Sima, S.IP.
Wakil Ketua Pengurus
Simon Jaang, S.H
Sekretaris Pengurus
Dr. RITA SARLAWA, S.E., M.Si.
Bendahara Pengurus
Edi Petebang
Anggota Pengurus I
EUSTELLA MARIS, S.H.
Anggota Pengurus II
Gregorius Am'isa, S.Pd.
anggota Pengurus IIIPENGAWAS
Agus Budi Saktiono, S.T.
Ketua Pengawas
RD. Agustinus Lengga Tiala, S.Fil., M.M.
Sekretaris Pengawas
VERONICA ATHINK SIA, S.Hut.,M.Hut
Anggota PengawasPENASIHAT
Frans Laten, S.E., Ak, CA.
Penasihat
P. Dr. Fredy Rante Taruk, Pr.
PenasihatKOMITE
Drs. H. Darmawansyah
Ketua Komite Keuangan
Henry Fangiran, S.E
Ketua Kp4
ANTHONIUS PARARAK, S.S, M.Si
Wakil Komite Pemilihan Pengurus dan Pengawas
Yohan Deretah
Sekretaris Komite Keuangan
MARSIANUS AMI, S.Pd
Sekretaris Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Elisabeth Supriharyanti
Anggota TIM AHLI SDGs
Prof. Dr. Ir. Yulius B. Pasolon, M. Agr
Anggota TIM AHLI SDGs
Hermawan Budi Susetyo, S.SI
Anggota Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Pdt. Lukas Eko Sukoco, M.Th
Anggota Komite Pemilihan Pengurus & Pengawas
Rm. Antonius Sumarwan, SJ
Anggota Komite KeuanganMANAJEMEN
GENERAL MANAGER
Rosalina Susi, S.E., M.Ak.
General ManagerPERANGKAT GM
Lola Sonya, S.H.
Sekretaris GM
Martinus Ajung, S.E.
Sekretaris General Manager
Sumbogo, S.Pd., M.M.
Personalia
Salomon, S.H
SPIORGANISASI
Masius Triadi, S.M., M.M.
Manajer Organisasi
Anwar
Staf Administrasi dan Umum
Willy Bordus Irwan, S.Pd.
Staf Humas Kemitraan dan KomunikasiUSAHA
Petrus Doni, S.Ak.
Manajer Usaha
Selestina Dewi, S.E.
Staf Perlindungan Anggota
Vedriana Tencau, S.E., M.E.
Staf Operasional dan Perpajakan
Feliks Yudha, S. Kom
Staf InterlendingPSDM DAN PEMBERDAYAAN
Erowin, S.Hut., M.M.
Manajer PSDM dan Pemberdayaan
Bertinus, S.H
Staf Penyelenggaraan Diklat dan Sertifikasi
Seravinus Sony, S.Pd., M.M.
Staf Kurikulum & Pengembangan Materi
Beni Runtunuwu, S.E
Staf Pendampingan dan Pemberdayaan CU
Jullia Chandra, S.E.
Staf Pengembangan Jaringan & Pemasaran Produk AnggotaPENDAMPINGAN CU
Dominikus Dakota Hastinamora, S.Hut., M.M.
Manajer Pendampingan CU
Tri Kukuh Tino David, S.Kom.
Staf Coaching
Adrianus Alkadri, S.H.
Staf Litbang & Standarisasi
Janting Yanus Kalpin, S.Pd.
Staf CoachingTATA KELOLA & KEPATUHAN
Serapina Serapin, S.M.
Manajer Tata Kelola dan Kepatuhan
Santa Manik Pongmasak, S.E.
Staf Audit dan Monitoring
Fransiska, S.E.
Staf Assessment & SertifikasiTEKNOLOGI INFORMASI
Tony, S.Kom.
Manajer Teknologi Informasi
Reicardo Kristo Wijaya, S.Kom.
Staf Inovasi & Dokumentasi Digital
Gandhiwiria, S.Kom.
Staf ESCETE
Marwandy Harianto Candra, S.Kom.
Staf Software Development
Yohanes Dicky Mahendra, S.Kom.
Staf Software DevelopmentSEJARAH
Perjalanan dan tonggak penting PUSKOPCUINA
Fase Awal Pengenalan (1975-1984)
Pada fase ini gerakan Credit Union berjalan secara sendiri-sendiri, alamiah tanpa koordinasi antar CU primer. Ketika itu Credit Union di wilayah Kalimantan Barat menjadi bagian dari program kerja Delegatus Sosial (DELSOS) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh Pastor Pius Gamperle, OFM.Cap. Pada fase ini banyak berdiri Credit Union di paroki-paroki sebagai lingkup wilayah operasional mereka. Umumnya masih dikelola secara tradisional, belum ada pegawai, pengurus merangkap pengelola dan hanya mengelola simpan-pinjam dengan produk tunggal. Ikatan pemersatu (Common Bond) terkesan masih tertutup, untuk kalangan terbatas. Akibatnya banyak credit union yang tidak mampu bertahan, hidup segan mati tak berkubur dan tinggal satu-satunya CU yang masih bertahan adalah CU Lantang Tipo (2 Februari 1976) di Pusat Damai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Sebagai bentuk kesadaran Gereja Katolik terhadap pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat, KWI (Konferensi Waligereja Indonesia, waktu itu bernama Majelis Agung Waligereja Indonesia-MAWI), menugaskan Pater Albrecht, SJ (Delegatus Sosial Keukupan Agung Jakarta) dan sejawatnya Frans Lubbers, OSC (Delegatus Sosial Keuskupan Bandung) mengembangkan Credit Union bersama semua Delegatus Sosial Keuskupan.
Pada saat itu petani adalah korban yang sangat menderita. Para petani meminjam uang dari lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Disamping itu mereka meminta jaminan atas lahan pertanian mereka. Apabila mereka gagal membayar pada saat jatuh tempo maka tanah pertanian dan harta benda lain yang mereka gadai langsung disita. Bahkan sering terjadi harta benda para petani juga menjadi incaran para lintah darat. Kehidupan para petani pada waktu itu ibarat
FILOSOFI
Nilai dan prinsip yang menjadi landasan gerakan kami
2. Azas setiakawan/solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya
Integritas, menunjukaan perhatian, komitmen dan kejujuran termasuk dalam hal pelaporan. Dapat dipantau dengan cara: 1) Menggunakan semua informasi yang tersedia dan metode pelaporan yang benar, 2) Para pemegang saham sadar akan pelaporan itu, 3) Jangkauan dan penyampaian informasi berguna bagi pemegang saham, 4) Laporan anggota meliputi indikator-indikator yang dapat diukur, manfaat keuangan yang bernilai yang diberikan kepada anggota melalui penetapan nilai produk.
Profesionalisme, pelayanan yang efisien, efektif dan tepat waktu atas kerjasama pengurus, pengawas dan manajemen yang terlatih dengan dukungan sistem komunikasi dan operasional yang dikelola dengan baik. Dapat dipantau dengan cara: melihat data keluhan anggota, menggunakan teknik survey dan umpan balik.
Bertanggung Jawab, didukung oleh manajemen kehatihatian (prudent management) dan ketersediaan modal yang kuat. Dapat dipantau dengan cara: melihat terpenuhinya Indikator keuangan kunci dan sesuai dengan standard Operasional CU
Kerjasama, masukan para pemegang saham, seluruh lapisan masyarakat dan keterlibatan mereka memberikan manfaat kepada anggota serta masyarakat lokal melalui usaha kolektif. Dapat dipantau dengan cara: melihat jumlah organisasi masyarakat yang menggunakan CU, jumlah nilai tambah atau manfaat yang diperkenalkan setiap tahun.
Perayaan, tuntutan organisasi yang sehat dengan kualitas pegawai yang baik perlu diperkuat dengan antusiasme perayaan keberhasilan. Hal ini merupakan hal penting dalam organisasi yang sehat. Perayaan untuk apresiasi kekuatan, talenta dan potensi orang-orang dalam organisasi akan mendorong peningkatan kepercayaan diri dan kompetensi dalam berorganisasi. Namun perlu juga mengakui kelemahan manusia atas kesalahan atau kegagalannya. Dapat dipantu dengan cara: 1) Survey terhadap staff dan Pengurus, 2) Volume peristiwa perayaan keberhasilan dan individu, 3) Perayaan bagi anggota yang menonjol
Saling menghormati, setiap orang harus diperlakukan dengan rasa hormat dan bermartabat. Dapat dipantau dengan cara: 1) Umpan balik anggota secara terus menerus, 2) Keluhan/komentar/saran (lisan dan tertulis), 3) Survey para pemegang saham dan masyarakat.
Tanggung gugat (accountable), Berkaitan dengan mitra masyarakat, pemerintah dan bisnis, maka harus bertanggung jawab demi kualitas kerja dan memberikan lebih dari apa yang diharapkan. Dapat dilakukan melalui keterbukaan berorganisasi yang mencerminkan pada kepercayaan dan kesadaran akan tanggung gugat bersama. Dapat dipantau dengan cara: 1) Transparansi laporan 2) Daftar sikap yang diinginkan dan disepakati bersama dengan menggunakan metode survey, wawancara, keluhan anggota hingga tingkat pembuatan keputusan yang didelegasikan.
Integrasi, bekerja adalah bagian penting dari hidup yang menyatu dengan aktivitas hidup lainnya. Bekerja dalam tim secara holistik, saling menghormati perbedaan dan keyakinan. Dapat dipantau dengan cara: 1) Survey persepsi staff & anggota, 2) Mengukur staff/volunter/aktivis yang memiliki perbedaan, keyakinan dan lain-lain.
Inovasi, secara aktif mencari cara untuk memperkenalkan program dan prosedur baru untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan melalui perubahan yang terus menerus baik dalam proses maupun sistem. Dapat dipantau dengan cara: 1) Mencatat dan Mengungkap gagasan program baru, 2) Menerima, 3) Mengevaluasi, 4) Mengembangkan, 5) Mengimplementasikan, 6) Mengukur hasilnya.
Inilah Nilai semangat keanggotaan CU:
Misi
Memastikan Keberlanjutan Gerakan Credit Union Melalui Tata Kelola Yang Sehat Dan Terintegrasi Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Anggota
Visi
Menjadi Federasi Nasional Credit Union Yang Terintegrasi, Terpercaya Dan Berkelanjutan
Nilai-Nilai Inti
SETIA dalam KESATUAN, MEMBERDAYAKAN secara UNGGUL dan INOVATIF dengan INTEGRITAS tinggi serta berperilaku RAMAH LINGKUNGAN
Kebijakkan Mutu
Kami Berkomitmen Untuk Menjadi Federasi Nasional Credit Union Yang Berkualitas Dengan Perbaikan Berkesinambungan Dan Mematuhi Peraturan Perundang-Undangan untuk Mencapai Kepuasan Anggota Dan Para Pihak