Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita PUSKOPCUINA

PUSKOPCUINA FORUM XI : Mencari cara untuk meningkatkan piutang beredar di Credit Union

PUSKOPCUINA FORUM XI : Mencari cara untuk meningkatkan piutang beredar di Credit Union

Kondisi perekonomian yang belum stabil tentu saja berpengaruh bagi operasional Credit Union (CU). Dampak ini, tentu berbeda-beda di setiap wilayah pelayanan CU. Bagi CU yang wilayah pelayanannya masuk zona merah, selain dampak ekonomi juga mempengaruhi mekanisme kerja dalam memberikan pelayanan kepada anggota karena adanya kebijakan pembatasan jumlah manajemen yang dapat bekerja dari kantor . Bagi CU primer yang belum didukung dengan model pelayanan berbasis digital, tentu PPKM darurat ini sangat berpengaruh. 

Disisi lain, anggota CU primer, terutama anggota yang bekerja dalam sektor non formal dan pekerja harian akan berdampak pada menurunnya penghasilan anggota.

PUSKOPCUINA Forum yang ke-11 tahun 2021 ini dilakukan secara daring. Mulai tanggal 23-25 Agustus 2021. Dihadiri oleh 141 orang dari 44 anggota PUSKOPCUINA yang tersebar di 18 Provinsi. Forum ini dilakukan setiap tahun, dimulai tahun 2011. 

Forum berdiskusi bagi Ketua Pengurus, Ketua Pengawas dan Pimpinan Manajemen untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi oleh CU Primer dan sekaligus mencari solusi secara bersama-sama. 

PUSKOPCUINA Forum, tahun ini mengangkat tema “Meningkatkan Pinjaman Beredar di Masa Sulit dengan Mengubah Model Bisnis yang Didukung Pemberdayaan dan Pengawasan”. Tema ini lahir dari refleksi atas persoalan yang banyak dihadapi oleh CU Primer. 

Banyak CU yang piutang beredar bersihnya dibawah rasio 70%-80% sesuai standar yang ditetapkan dalam analisis PEARLS; alat yang berfungsi sebagai standar manajemen kehati-hatian.

Harapannya, kegiatan ini dapat menemukan metode dalam meningkatkan pinjaman beredar di masa sulit dengan model bisnis yang menyesuaikan dengan perubahan lingkungan eksternal didukung pemberdayaan dan pengawasan yang berkualitas. Berkomitmen menjalin kerjasama antar CU Primer demi peningkatan kualitas Credit Union.

Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan. PUSKOPCUINA Forum XI dibuka secara resmi oleh Marselus Sunardi, S.Pd. selaku Ketua Pengurus KSP Puskop Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA). Dalam sambutannya, Ketua Pengurus mengajak peserta untuk dapat saling berbagi pengalaman dalam mengelola Credit Union, terutama pengalaman-pengalaman terbaik terkait tema forum kali ini.

PUSKOPCUINA Forum XI dipandu oleh Rita Sarlawa, SE, M.Si., bendahara PUSKOPCUINA. Dalam menggali berbagai persoalan dan mencari solusinya, fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi. Peserta dibagi ke dalam 5 kelompok. Untuk diskusi dalam kelompok, dipandu oleh masing-masing ketua kelompok. 

Peserta mensharingkan kendala yang dihadapi dalam menindaklanjuti kesepakatan BKCU Forum X. Salah satunya, sumber daya manusia terbatas hingga ada CU yang belum memiliki komite. Komite merupakan perpanjangantangan dari pengurus dalam mengelola CU. 

Komite dibentuk sesuai dengan kebutuhan setiap CU, sehingga jenis dan jumlah komite disetiap CU akan berbeda menyesuaikan dengan jumlah anggota, aset, dan tempat pelayanan serta tujuan strategis CU. Jenis komite yang sudah dimiliki oleh CU seperti komite Diklat, komite keuangan, komite kredit, komite pemberdayaan, komite youth, komite eksekutif dan lain sebagainya.

Pemahaman yang benar tentang perkreditan sangat penting bagi pengurus, komite dan manajemen yang membidangi perkreditan. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, diperlukan pembekalan bagi pengurus, komite dan manajemen yang membidangi perkreditan. Hal ini menjadi salah satu rekomendasi dalam BKCU Forum X yang lalu dan dievaluasi lagi penerapannya dalam forum kali ini. 

Dari sharing pengalaman, berbagai strategi dilakukan oleh CU untuk meningkatkan piutang beredar, antara lain melakukan pendekatan kepada anggota biasa yang belum melakukan pinjaman, mewajibkan aktivis CU untuk wajib meminjam minimal 25% dari jumlah simpanannya, penyesuaian balas jasa pinjaman dan simpanan, jasa cashback berupa pemotongan administrasi piutang anggota 1% untuk peminjam, pendampingan kepada seluruh anggota biasa  dengan mengontrol anggota tersebut untuk melihat peluang meminjam, membuka layanan pengajuan pinjaman secara online, memaksimalkan pinjaman kelompok usaha, memaksimalkan pemasaran produk (strategi marketing: dengan memanfaatkan media sosial), memaksimalkan aplikasi ESCETE, melakukan sosialisasi produk simpanan dan pinjaman bagi semua anggota dan lain sebagainya.

Banyak hal yang dibahas terkait tema tersebut. Selain best practices atau ide-ide yang telah lakukan untuk meningkatkan pinjaman beredar, diskusi juga mendalami model bisnis/usaha dalam pelayanan dan pemberdayaan yang bisa kita kembangkan dalam situasi pandemic serta bagaimana pengawasan yang dilakukan terkait peningkatan piutang beredar dan model bisnis untuk pelayanan dan pemberdayaan kepada anggota. 

Tentu saja, hasil dari PUSKOPCUINA Forum XI ini akan diterima oleh seluruh peserta, baik hasil diskusi maupun kesepakatan Bersama.

Semoga hasil PUSKOPCUINA Forum XI ini mampu meningkatkan pinjaman beredar di masa sulit ini dengan model model bisnis yang mampu beradaptasi dengan lingkungan eksternal serta pemberdayaan kepada anggota semakin masif dan pengawasan semakin berkualitas demi meningkatnya mutu hidup anggota dan CU yang berkelanjutan. 

Salam Solusi Cerdas Terpercaya,

Erowin

Share this Post:
Ditulis oleh Erowin
General Manager Puskopdit BKCU Kalimantan

Artikel Terkait: