Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita Teknologi

Webinar Nasional : Digitalisasi Komunitas Koperasi

Webinar Nasional : Digitalisasi Komunitas Koperasi

Pemerintah terus mendorong Koperasi untuk bertransformasi menjadi koperasi generasi baru yang maju dan modern, salah satunya melalui digitalisasi. Menteri Koperasi dan UKM RI dalam pidatonya pada Hari Koperasi 2021 menyampaikan perlu rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif. Pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendorong koperasi-koperasi di Indonesia menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.  
Zaman now, digitalisasi tidak dapat lagi kita tunda karena sangat urgen. Menunda digitalisasi dapat menjadi ancaman bagi  gerakan koperasi. Digitalisasi menjadi tantangan bagi gerakan Koperasi. Tentu saja untuk digitalisasi membutuhkan biaya yang besar sehingga hal ini menjadi tantangan besar bagi gerakan Koperasi. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dalam gerakan koperasi untuk benar-benar mampu mewujudkan digitalisasi. Tidak hanya bagi koperasi dengan aset besar saja, tetapi diharapkan koperasi aset kecil pun bisa digitalisasi.  
Dalam rangka mendukung program pemerintah dan berbagi pengalaman dengan koperasi atau Credit Union, Puskop Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA) mengadakan webinar nasional tanggal 31 Agustus 2021. Kegiatan ini dihadiri oleh 605 orang peserta, baik dari aktivis koperasi, ASN dari lingkungan Dinas Koperasi dan UKM maupun pemerhati IT digitalisasi  yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.  
Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop dan UKM RI, sebagai keynote speaker dalam webinar ini. Pemerintah, dalam hal ini Kemenkop dan UKM RI mendukung PUSKOPCUINA dalam mewujudkan digitalisasi, sehingga dapat mendorong koperasi maju dan modern, ungkapnya. Pemerintah terus berupaya menjadikan koperasi semakin maju dan mampu meningkatkan perekonomian di Indonesia. Harapan dari Deputi Bidang Perkoperasian ini juga menjadi harapan seluruh penggiat koperasi di Indonesia.  
Dr. Fredy Rante Taruk, Pr selaku narasumber, menegaskan bahwa kerjasama antar koperasi ini juga menjadi arahan dan harapan Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU), selaku federasi CU di Asia. ACCU mendorong terjadinya kolaborasi antar koperasi yang semakin mudah dan kuat, serta pemanfaatan teknologi agar koperasi dapat memberi layanan yang terbaik kepada anggota, tegas Romo Fredy, sapaan akrab narasumber dalam gerakan CU. 
Menindaklanjuti arahan pemerintah dan ACCU, PUSKOPCUINA telah mengembangkan Community Banking Platform bekerjasama dengan PT. Akselara Reksa Optima (ARO) dengan prinsip: 


Prinsip dan konsep digitalisasi PUSKOPCUINA sejalan dengan arahan Koperasi Modern yang ditetapkan oleh Kemenkop dan UKM. Prinsip dan konsep digitalisasi PUSKOPCUINA merupakan standarisasi platform bagi CU. Mengikuti standar akuntansi dan jasa keuangan dengan ciri khas Koperasi CU. 
Digitalisasi juga akan mengurangi beban kerja dari manajemen, terutama bagian frontliner, seperti kasir karena anggota bisa menyetor langsung melalui aplikasi mobile  ESCETE, bahkan anggota dapat mengajukan permohonan pinjaman secara online. Dengan menggunakan aplikasi ESCETE,  anggota CU bisa bertransaksi melalui ATM bank dan Alfamart di seluruh Indonesia.  
Selain itu, dengan menggunakan aplikasi ESCETE,  CU juga bisa menyediakan fasilitas mesin Cardless Cash Machine (CCM) yang dapat digunakan oleh anggota untuk menyetor dan menarik simpanannya. Walaupun CU sudah menyediakan mobile CU, penarikan lewat ATM bank, Alfamart dan mobil kas keliling online tapi kalau anggota masih mau ke kantor CU untuk transaksi dapat memilih layanan CCM ini.  
Mobile ESCETE merupakan aplikasi yang memudahkan anggota CU bertransaksi baik di CU maupun diluar CU seperti fitur transfer bank, transfer antar rekening dan antar CU, Bill payment (pembelian paket data dan pulsa HP, pulsa listrik, pembayaran tagihan PLN, pembayaran tagihan TV kabel, top UP OVO, Dana, Go Pay, setor tarik di loket Sahabat Alfamart dan lainnya). 
PUSKOPCUINA juga telah memiliki e-commerce yang bertujuan untuk memasarkan produk usaha anggota melalui aplikasi sMartCU. Dengan menggunakan ESCETE, otomatis CU sudah dapat menggunakan sMartCU ini. Pembayaran barang oleh pembeli dilakukan dengan cara transfer. Pengiriman barang dari penjual kepada pembeli melalui jasa ekspedisi yang ada di Indonesia. Silahkan mengakses www.smartcu.id, dan juga berbelanja juga.  
Webinar ini dipandu oleh Anton Sera’ Sima yang juga Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kab. Tana Toraja, Wakil Ketua Pengurus PUSKOPCUINA, Sekretaris Pengurus CU Sauan Sibarrung, dan Ketua Dekopinda Kab. Tana Toraja. 
Sutjahyo Budiman, salah satu narasumber webinar menyampaikan bahwa digitalisasi yang dikembangkan oleh PUSKOPCUINA merupakan  komunitas koperasi digital, bukan sekedar koperasi digital. Platform ESCETE merupakan platform untuk komunitas koperasi digital. Sutjahyo Budiman merupakan konsultan  dan pengamat IT digital, sekaligus Direktur Utama PT. Fortress Data Services. Perbedaan ESCETE dengan digital koperasi menurut Sutjahyo Budiman, seperti berikut. 


ESCETE dikembangkan oleh PUSKOPCUINA tidak hanya untuk anggota PUSKOPCUINA saja tetapi juga dapat digunakan oleh Koperasi CU lainnya. Ini bagian dari upaya PUSKOPCUINA untuk mendorong terciptanya komunitas digital koperasi di Indonesia, agar koperasi maju dan modern, sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah. 
Salam Solusi Cerdas Terpercaya 
Erowin 
 

Share this Post:
Ditulis oleh Erowin
General Manager Puskopdit BKCU Kalimantan

Artikel Terkait: