Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Materi Edukasi

ALTERNATIF BARU : PEJM VIA CREDIT UNION

Share:
ALTERNATIF  BARU :  PEJM  VIA  CREDIT  UNION

ALTERNATIF  BARU  CREDIT  UNION

Saya, Lukas Eko Sukoco, adalah aktivis pemberdayaan Masyarakat ; Bersama beberapa rekan, kami menggagas dan mendirikan komunitas pemberdayaan sosial ekonomi  berbasis komunitas melalui Credit Union Angudi Laras (CUAL) yang kelahirannya dibidani oleh Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purworejo – 3 Januri 2011.    Sekarang dipercaya sebagai Ketua Pengurus CUAL, juga ikut membantU menjadi Komite KP.4  PUSKOPCUINA   - Pusat Koperasi Kredit Credit Union Indonesia (2022-2024; dan  2024-2026). Pada tulisan kali ini  saya mau menegaskan  bahwa   ada Alternatif Baru PEJM  berbasis Komunitas  melalui  Credit  Union.

PEJM – adalah Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dan Masyarakat sekitar. Dalam realitasnya kita menemukan  ada beberapa pelaksaan  tentang PEJM ini.   

-

Model Pertama

Ada PEJM berbasis  Structural Gerejawi   melalui Lembaga Gereja, Klasis, serta Sinode.. Dengan PEJM model ini  lahirlah yang kita kenal dengan KPB  (Kantor Pemasaran Bersama)  yang ada di aras Gereja, Klasis maupun Sinode.  KPB brtugas mengkoordinir para wirausaha untuk “berjualan bersama” di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, diharap para pelaku usaha Kristen tidak lagi berjuang sendiri, namun ada rekan kerja yang menjadi jaringan pemasaranyang lebih luas, termasuk dengan “pasar on line”.   Kesulitan utamanya adalah kurang kesadaran Gereja untuk memberi perhatian pada layanan bidang pemberdayaan Sosial  ekonomi…. Kebanyakan Gereja gagap  di bidang ini, dan terlalu asyik dengan berbagai hal  hal mengutamakan “liturgis” dan “aneka ritual”.  bahkan ada yang menganggap  bahwa  Gereja sebaiknya  focus pada hal hal rohani  saja.

-

Model Ke Dua

Ada  PEJM berbasis pada   Gereja Lokal, melalui adanya  kepekaan, kesadaran Gereja Lokal untuk memperluas pelayanan  melalui pemberdayaan sosial ekonomi warga Gereja khususnya, dan Masyarakat sekitar pada umumnya..Dengan PEJM model ini  lahirlah yang kita kenal dengan KUB – Kelompok Usaha Bersama di masing masing Gereja. Sayang sekali , karena belum menggunakan tata Kelola yang memadai maka KUB banyak melahirkan masalah masalah di Jemaat.  

Pada umumnya  PEJM  berbasis Gereja Lokal – dalam prakteknya  sekedar , “mengumpulkan Bersama”  dan “Jualan Bersama”,   namun belum tertata – terstruktur – berjejaring  seperti yang terjadi pada PEJM model pertama tadi

-

Model  Ke Tiga

Ada juga  PEJM yang berbasis pada Komunitas  Koperasi Credit Union (CU). Model  inilah  yang kami kembangkan Bersama, sejak 3 Januari 2011. Bermula dari 28 0rang - lalu  33 orang , begitu terus bertambah.   Begitulah, Bermula dari 28 0rang,  dengan modal hanya Rp.2.240.000 … … kini telah tumbuh berkembang menjadi   sekitar 1.200-an orang.  dengan asset sekitar 12 Milyar.  PEJM model ke tiga  ini secara  resmi   adalah sebagai berikut:

a. Berbadan Hukum Koperasi; oleh Pemerintah dikategorikan sebagai Koperasi Kredit.

b. Bersemangat CU – Credit Union sejati , yang lebih berorientasi pada Orang – bukan pada Uang  (man not money) yang dilengkapi dengan Tata Kelola yang memadai lengkap dengan MO (manual operational), ada Kontrak Solidaritas  serta berbagai kebijakan yang actual – kontekstual

c. Berjejaring ;   dalam jaringan Koperasi sekunder PUKOPCUINA  - Pusat Koperasi Kredit CU Indonesia  yang kantor pusatnya ada  di Pontianak.  Kalimantan Barat.

d. Bisnis utamanya tak sekedar simpan pinjam, tetapi pendidikan dan pemberdayaan berbasis  tehnologi dalam komunitas , untuk memperbarui Pola Pikir anggota CU sehingga akan mencapai hidup yang lebih sejahtera.  Penentunya, bukan uang /modal  tetapi paradigma /pola pikir baru.  Kuncinya pada Orang – bukan pada Uang!.

e. CU  Mendidik, mendampingi agar anggota Memiliki berbagai komunitas usaha di bidang kuliner, ketrampilan, salon, pertanian, peternakan, perdagangan, bahkan trading saham  dll.  Tak Heran CU memiliki banyak sekali Komunitas Usaha .

f. Memiliki Jaringan Nasional dan Internasional

g. Berbasis tehnologi / digital – berjejaring dengan CU se Indonesia - CU Asia - dan CU Dunia.... memakai  SIMO – system informasi manajemen organisasi  dan  aplikasi  mobile Escete di HP anggota dengan segudang manfaatnya

h. Melakukan berbagai jenis diklat sesuai kebutuhan

i. Khusus Pengurus dan Pengawasnya ada diklat tersendiri...  khusus Pengurus Diksar wajib CUDCC– Credit Union Director’s Competency Course  dan khusus Pengawas diksar wajibnya adalah CUSCC - Credit Union Supervisory/ Audit Committee Competency Course

j. Untuk  Anggota ada diklat diklat  yang perlu diikuti   Pendidikan Dasar, Financial Literacy, MYFO – Managing Your selef  for Others,

 

KEIMPULAN

Tanpa bermaksud mengesampingkan lainnya; saya memahami,  dan sudah  mempraktekkan  serta  sangat   meyakini bahwa  PEJM – Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dan Masyarakat  yang sekarang kitaa butuhkan adalah Pemberdayaan yang mengutamakan manusia bukan sekedar uang/modal.  

Itulah sebabnya ku tegaskan  bahwa   kini  saatnya  melakukan  PEJM - Pemberdayaan Ekonomi  Jemaat dan Masyarakat  berbasis  Komunitas  melalui  gerakan CREDIT  UNION  !!!    AYO   BER CU  !!!

Salam olidaritas  

LES

Author Image

Ketua Pengurus CU Angudi Laras

Artikel Terkait: