ALTERNATIF BARU : PEJM VIA CREDIT UNION
ALTERNATIF BARU CREDIT UNION
Saya, Lukas Eko Sukoco, adalah aktivis pemberdayaan Masyarakat ; Bersama beberapa rekan, kami menggagas dan mendirikan komunitas pemberdayaan sosial ekonomi berbasis komunitas melalui Credit Union Angudi Laras (CUAL) yang kelahirannya dibidani oleh Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purworejo – 3 Januri 2011. Sekarang dipercaya sebagai Ketua Pengurus CUAL, juga ikut membantU menjadi Komite KP.4 PUSKOPCUINA - Pusat Koperasi Kredit Credit Union Indonesia (2022-2024; dan 2024-2026). Pada tulisan kali ini saya mau menegaskan bahwa ada Alternatif Baru PEJM berbasis Komunitas melalui Credit Union.
PEJM – adalah Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dan Masyarakat sekitar. Dalam realitasnya kita menemukan ada beberapa pelaksaan tentang PEJM ini.
-
Model Pertama
Ada PEJM berbasis Structural Gerejawi melalui Lembaga Gereja, Klasis, serta Sinode.. Dengan PEJM model ini lahirlah yang kita kenal dengan KPB (Kantor Pemasaran Bersama) yang ada di aras Gereja, Klasis maupun Sinode. KPB brtugas mengkoordinir para wirausaha untuk “berjualan bersama” di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, diharap para pelaku usaha Kristen tidak lagi berjuang sendiri, namun ada rekan kerja yang menjadi jaringan pemasaranyang lebih luas, termasuk dengan “pasar on line”. Kesulitan utamanya adalah kurang kesadaran Gereja untuk memberi perhatian pada layanan bidang pemberdayaan Sosial ekonomi…. Kebanyakan Gereja gagap di bidang ini, dan terlalu asyik dengan berbagai hal hal mengutamakan “liturgis” dan “aneka ritual”. bahkan ada yang menganggap bahwa Gereja sebaiknya focus pada hal hal rohani saja.
-
Model Ke Dua
Ada PEJM berbasis pada Gereja Lokal, melalui adanya kepekaan, kesadaran Gereja Lokal untuk memperluas pelayanan melalui pemberdayaan sosial ekonomi warga Gereja khususnya, dan Masyarakat sekitar pada umumnya..Dengan PEJM model ini lahirlah yang kita kenal dengan KUB – Kelompok Usaha Bersama di masing masing Gereja. Sayang sekali , karena belum menggunakan tata Kelola yang memadai maka KUB banyak melahirkan masalah masalah di Jemaat.
Pada umumnya PEJM berbasis Gereja Lokal – dalam prakteknya sekedar , “mengumpulkan Bersama” dan “Jualan Bersama”, namun belum tertata – terstruktur – berjejaring seperti yang terjadi pada PEJM model pertama tadi
-
Model Ke Tiga
Ada juga PEJM yang berbasis pada Komunitas Koperasi Credit Union (CU). Model inilah yang kami kembangkan Bersama, sejak 3 Januari 2011. Bermula dari 28 0rang - lalu 33 orang , begitu terus bertambah. Begitulah, Bermula dari 28 0rang, dengan modal hanya Rp.2.240.000 … … kini telah tumbuh berkembang menjadi sekitar 1.200-an orang. dengan asset sekitar 12 Milyar. PEJM model ke tiga ini secara resmi adalah sebagai berikut:
a. Berbadan Hukum Koperasi; oleh Pemerintah dikategorikan sebagai Koperasi Kredit.
b. Bersemangat CU – Credit Union sejati , yang lebih berorientasi pada Orang – bukan pada Uang (man not money) yang dilengkapi dengan Tata Kelola yang memadai lengkap dengan MO (manual operational), ada Kontrak Solidaritas serta berbagai kebijakan yang actual – kontekstual
c. Berjejaring ; dalam jaringan Koperasi sekunder PUKOPCUINA - Pusat Koperasi Kredit CU Indonesia yang kantor pusatnya ada di Pontianak. Kalimantan Barat.
d. Bisnis utamanya tak sekedar simpan pinjam, tetapi pendidikan dan pemberdayaan berbasis tehnologi dalam komunitas , untuk memperbarui Pola Pikir anggota CU sehingga akan mencapai hidup yang lebih sejahtera. Penentunya, bukan uang /modal tetapi paradigma /pola pikir baru. Kuncinya pada Orang – bukan pada Uang!.
e. CU Mendidik, mendampingi agar anggota Memiliki berbagai komunitas usaha di bidang kuliner, ketrampilan, salon, pertanian, peternakan, perdagangan, bahkan trading saham dll. Tak Heran CU memiliki banyak sekali Komunitas Usaha .
f. Memiliki Jaringan Nasional dan Internasional
g. Berbasis tehnologi / digital – berjejaring dengan CU se Indonesia - CU Asia - dan CU Dunia.... memakai SIMO – system informasi manajemen organisasi dan aplikasi mobile Escete di HP anggota dengan segudang manfaatnya
h. Melakukan berbagai jenis diklat sesuai kebutuhan
i. Khusus Pengurus dan Pengawasnya ada diklat tersendiri... khusus Pengurus Diksar wajib CUDCC– Credit Union Director’s Competency Course dan khusus Pengawas diksar wajibnya adalah CUSCC - Credit Union Supervisory/ Audit Committee Competency Course
j. Untuk Anggota ada diklat diklat yang perlu diikuti Pendidikan Dasar, Financial Literacy, MYFO – Managing Your selef for Others,
KEIMPULAN
Tanpa bermaksud mengesampingkan lainnya; saya memahami, dan sudah mempraktekkan serta sangat meyakini bahwa PEJM – Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dan Masyarakat yang sekarang kitaa butuhkan adalah Pemberdayaan yang mengutamakan manusia bukan sekedar uang/modal.
Itulah sebabnya ku tegaskan bahwa kini saatnya melakukan PEJM - Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dan Masyarakat berbasis Komunitas melalui gerakan CREDIT UNION !!! AYO BER CU !!!
Salam olidaritas
LES
Ketua Pengurus CU Angudi Laras



