Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Berita Internasional

Asian Credit Union Forum 2025: Cooperatives Build a Better World

Share:
Asian Credit Union Forum 2025: Cooperatives Build a Better World

Latar Belakang

Asian Credit Union Forum 2025, yang diselenggarakan di Manila, Filipina, dari tanggal 8 hingga 14 September 2025, merupakan wadah strategis bagi para pemimpin credit union dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan merumuskan strategi pengembangan koperasi kredit di Asia dan dunia. Dengan tema Cooperatives Build a Better World, forum ini menekankan peran koperasi sebagai agen perubahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan solidaritas. Tema ini mengajak para peserta untuk mengatasi tantangan global melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan komunitas, dengan fokus pada peningkatan ekuitas sosial, ketahanan ekonomi, dan pembangunan yang berpusat pada manusia.

Acara ini terdiri dari empat bagian utama:

  1. Pre-Workshop (8–10 September 2025): Meliputi CEO Workshop, Asian Credit Union Executive Society (ACUES) Workshop, dan Youth & Woman Workshop.
  2. Coop Visit (11 September 2025): Kunjungan ke 12 credit union di Filipina untuk mempelajari praktik terbaik.
  3. Forum Utama (12–13 September 2025): Sesi plenary dan breakout yang membahas isu-isu strategis dalam pengembangan credit union.
  4. Annual General Meeting (14 September 2025): Acara Penutup yaitu Rapat Anggota Tahunan ACCU bersama 18 Federasi Nasional anggotanya yang hadir, dengan agenda utama mengevaluasi capaian ACCU selama setahun terakhir dan merumuskan rencana strategis untuk tahun mendatang, termasuk penguatan jaringan credit union di Asia.

Puskop Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA), sebagai salah satu federasi nasional credit union di Indonesia, memainkan peran sentral dalam forum ini. Bersama dengan empat credit union primer anggotanya: Credit Union Betang Asi, Credit Union Sauan Sibarrung, Credit Union Mentari Kasih, dan Credit Union Kasih Sejahtera, PUSKOPCUINA menunjukkan komitmennya dalam memajukan gerakan credit union melalui transformasi digital, kepemimpinan berbasis misi, dan pemberdayaan generasi muda. 

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari 22 negara, yaitu Australia, Bangladesh, Kanada, Jerman, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Kenya, Lao PDR, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Rusia, Singapura, Kepulauan Solomon, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Timor Leste, Amerika Serikat, dan Vietnam. Selain itu, World Council of Credit Unions (WOCCU) diwakili oleh Paul Treinen (President/CEO baru) dan Thomas Belekevich (Director of Member Services), juga turut berkontribusi secara signifikan.

Delegasi PUSKOPCUINA

Delegasi PUSKOPCUINA terdiri dari: P. Dr. Fredy Rante Taruk, Pr., Anton Sera’ Sima, S.IP.,   RD. Agustinus Lengga Tiala, S.Fil., M.M., Rosalina Susi, S.E., M.Ak., dan Tony, S.Kom.

Perwakilan credit union primer anggota PUSKOPCUINA terdiri dari:

  • Credit Union Betang Asi: Dr. Rita Sarlawa, Simpei, dan Ethos Hendra Lidin
  • Credit Union Sauan Sibarrung: Syrilus Tarra’ Tandioga, Sri Eva Topayung, Yulianus Bottong, dan Bernadett Lusty
  • Credit Union Mentari Kasih: Prof. Dr. Ir. Yulius B. Pasolon dan Maria Helen Supit
  • Credit Union Kasih Sejahtera: Rm. Zeferino Afat, Damianus Bau Lema, dan Dominikus Ela Taolin

Pre-Workshop (8–10 September 2025)

1. CEO Workshop: Transformasi Digital sebagai Panduan Regional

CEO Workshop, yang berlangsung dari 8 hingga 10 September 2025, merupakan sesi khusus untuk para pemimpin eksekutif credit union. Workshop ini bertujuan untuk membahas strategi pengembangan organisasi, dengan fokus pada transformasi digital, kepemimpinan, dan inklusi keuangan. Rosalina Susi dan Tony dari PUSKOPCUINA hadir sebagai perwakilan Indonesia. Tony mempresentasikan strategi transformasi digital PUSKOPCUINA, yang mencakup implementasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, akses keuangan, dan pengalaman anggota. Presentasi ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi panduan bagi negara-negara lain dalam mengadopsi pendekatan serupa.

Hasil dari CEO Workshop adalah delapan rekomendasi strategis untuk pengembangan credit union di Asia:

  1. Peluncuran Program Kepemimpinan Berbasis Nilai: Menerapkan pelatihan seperti ACCU Business Solutions, Managing Yourself for Others, 3 in 1, Leadership Bootcamp 1 dan 2, serta Development Education untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan CEO dan General Manager.
  2. Kepatuhan terhadap Standar Prudensial: Memastikan credit union mematuhi standar prudensial dan tunduk pada pengawasan berbasis risiko oleh federasi, dengan peningkatan jumlah credit union yang tergabung dalam branding ACCESS, CULEG, dan Green Coop.
  3. Standarisasi Produk Keuangan dan Identitas Visual: Menyeragamkan produk keuangan, kebijakan, prosedur, dan branding untuk memperkuat citra credit union secara global.
  4. Integrasi Laporan SDG: Mengintegrasikan laporan Sustainable Development Goals (SDG) ke dalam laporan tahunan credit union dan mengirimkannya ke federasi serta ACCU menggunakan template yang disediakan.
  5. Akselerasi Inovasi Digital: Menyusun peta jalan digitalisasi per negara untuk mempercepat adopsi teknologi.
  6. Manajemen Wilayah: Mengatasi persaingan antar credit union melalui pengelolaan wilayah yang terkoordinasi.
  7. Keterlibatan Pemuda: Mendorong keterlibatan generasi muda dalam keanggotaan, kepemimpinan, dan layanan keuangan di tiga level utama.
  8. Advokasi Federasi Nasional: Mendorong federasi nasional untuk mengadvokasi lingkungan legislatif yang mendukung dan mengalokasikan anggaran untuk pertemuan ACCRA (Asian Credit Cooperative Regulatory Alliance).
May be an image of 4 people and text that says "Celebrating: LOCAL TION, GLOBAL PROGRESS International Year 2025 of Cooperativan Cooperatives Build a Better World EXIT ASIAN CREDIT UNION FORUM 2025 EADERSHIP BOOTCAMP SERIES2 Empowering Leaderhip Throug Effective Communication indeniableL ammunication jaence, Connection,and ಶರೀಲಾನಿೇದ Callia CANOL Canmuliala "." P LEMEN cubc.enbihy mcefatie"

2. Asian Credit Union Executive Society (ACUES)

Bersamaan dengan CEO Workshop, ACUES menyelenggarakan pelatihan bertema The 16 Undeniable Laws of Communications. Pelatihan ini difasilitasi oleh empat pakar ternama:

  • P. Dr. Fredy Rante Taruk (Penasihat PUSKOPCUINA)
  • Daisybelle “Bing” M. Cabal (mantan Chief Operations Officer, National Confederation of Cooperatives, Filipina)
  • Paul Dawson (CEO, Australian Mutuals Foundation)
  • Dindo Meroy (Manajer Training and Development Services, ACCU)

Perwakilan dari Credit Union Betang Asi, yaitu Dr. Rita Sarlawa, Simpei, dan Ethos Hendra Lidin, mengikuti pelatihan ini. Sesi ini menekankan prinsip-prinsip komunikasi efektif, seperti mendengarkan secara aktif, menyampaikan pesan dengan jelas, dan membangun kepercayaan dengan anggota dan komunitas. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pemimpin credit union dalam menjalin hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan pemangku kepentingan.

Coop Visit (11 September 2025)

Pada 11 September 2025, peserta forum melakukan kunjungan ke 12 credit union di Filipina untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan koperasi kredit. Kunjungan ini mencakup observasi operasional, diskusi dengan pengurus, dan peninjauan inisiatif lokal seperti program literasi keuangan, produk pinjaman mikro, dan penerapan teknologi digital. Delegasi PUSKOPCUINA, termasuk perwakilan dari CU Betang Asi, CU Sauan Sibarrung, CU Mentari Kasih, dan CU Kasih Sejahtera, berpartisipasi aktif dalam kunjungan ini untuk memperoleh wawasan yang dapat diadaptasi di Indonesia, khususnya dalam peningkatan pelayanan anggota dan inovasi produk keuangan.

May be an image of 2 people

Penghargaan Prestisius

PUSKOPCUINA dan tiga credit union anggotanya—CU Sauan Sibarrung, CU Kasih Sejahtera, dan CU Mentari Kasih—berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam Asian Credit Union Forum 2025: ACCESS Branding dan Credit Union Label of Excellence in Governance (CULEG). Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat terhadap standar manajemen dan tata kelola yang unggul.

1. ACCESS Branding

Penghargaan ACCESS Branding (A-one Competitive Choice for Excellence in Service & Soundness) diberikan kepada lembaga yang menerapkan sistem manajemen efektif dalam empat pilar utama:

  • Keuangan: Stabilitas dan keberlanjutan finansial.
  • Pelanggan-Anggota: Pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan anggota.
  • Proses Bisnis Internal: Efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap prosedur.
  • Pembelajaran dan Pertumbuhan: Pengembangan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia.

Sertifikasi ACCESS Branding diperoleh melalui audit independen yang didokumentasikan dalam laporan resmi. Sertifikasi ini berlaku dari 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026. Hasil penghargaan adalah sebagai berikut:

  • PUSKOPCUINA, CU Kasih Sejahtera, dan CU Mentari Kasih meraih predikat BRONZE.
  • CU Sauan Sibarrung meraih predikat GOLD, menunjukkan tingkat keunggulan tertinggi dalam manajemen.

Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang memiliki tiga credit union yang meraih ACCESS Branding. Selain itu, PUSKOPCUINA tetap menjadi satu-satunya federasi nasional dalam jaringan ACCU yang memperoleh pengakuan ini. Negara lain yang juga meraih penghargaan ini adalah Taguum Cooperative (Filipina, predikat GOLD) dan Janautthan Saving and Credit Cooperative Society (Nepal, predikat SILVER).

2. Credit Union Label of Excellence in Governance (CULEG)

CU Sauan Sibarrung meraih penghargaan CULEG dengan predikat GOLD untuk kedua kalinya pada 2025. Penghargaan ini diberikan atas pemenuhan 11 prinsip tata kelola yang ketat, yaitu:

  1. Partisipasi
  2. Transparansi
  3. Akuntabilitas
  4. Orientasi Konsensus
  5. Efisiensi & Efektivitas
  6. Ekuitas & Inklusivitas
  7. Kepatuhan terhadap Aturan, Kebijakan & Regulasi
  8. Kepemimpinan Strategis & Visioner
  9. Pengetahuan & Keterampilan dalam Kepemimpinan
  10. Kinerja Organisasi
  11. Akuntabilitas Jaringan

Pencapaian ini menegaskan komitmen CU Sauan Sibarrung terhadap tata kelola yang sehat dan menjadi inspirasi bagi credit union lain di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan standar mereka.

May be an image of 14 people and text that says "CELEBRATING: LOCAL ACTION, GLOBAL PROGRESS. ASIAN CREDIT UNION FORUM 2025 UNITY NW nTTAoи International Year 2025 of Cooperatives Cooperatives Burid aBetter World ΔΥ& PHILIPPINES MANILA 2025 11-13 SEPTEMBER ASSOGIATION.OF CONFEDERATIO ASSOCIATIONOP HOSTan Ηи3 p WIDERIT COPAITA"

Forum Utama (11–13 September 2025)

Forum Utama Asian Credit Union Forum 2025 berlangsung selama dua hari, dengan sesi plenary dan breakout yang membahas isu-isu strategis seperti pemberdayaan wirausaha, kepemimpinan generasi muda, transformasi digital, dan keberlanjutan.

Hari Pertama (12 September 2025)

Plenary 1: IYC 2025 Cooperatives Build a Better World - The Transformative Impact of Cooperatives on Global Development

Thomas Belekevich (WOCCU) mempresentasikan tren global credit union, menyoroti pertumbuhan keanggotaan sebesar 10% secara global dan kontribusi koperasi terhadap SDG. Sesi ini diakhiri dengan pemutaran video pernyataan komitmen CEO dari berbagai negara untuk mendukung IYC 2025, termasuk pernyataan dari PUSKOPCUINA tentang kerjasama bersama dalam perayaan IYC 2025

Plenary 2: Bridging Global Disparities: Promoting Financial Equity and Inclusion
Dipresentasikan oleh Dr. Aris Alip (CARD-MRI) dan dimoderatori oleh Daisybelle Cabal, sesi ini membahas peran credit union dalam mengatasi kesenjangan finansial. CARD-MRI berbagi praktik inovatif seperti mikrofinans dan pelatihan kewirausahaan, memberikan wawasan tentang literasi keuangan dan pembangunan berkelanjutan untuk komunitas terpinggirkan.

Plenary 3: F.W. Raiffeisen: The Heartbeat of the German Cooperative Spirit
Andreas Kappes (International Raiffeisen Union) dan moderator Elenita V. San Roque (ACCU) menjelaskan warisan F.W. Raiffeisen dalam koperasi Jerman, dengan 22,5 juta anggota dan 7.000 perusahaan koperasi. Sesi ini menyoroti prinsip swa-bantu dan tanggung jawab sebagai pilar koperasi.

Breakout 1.1: Empowering Communities Through Cooperatives
Lavinia Tarika (East New Britain Savings and Loan Society, PNG) dan Hazel Pamela de Bando (K Coop, Filipina), dengan moderator Gillian George (Australian Mutuals Foundation), mempresentasikan kisah sukses koperasi, seperti kelompok simpan pinjam yang mendukung petani kecil dan usaha mikro, memperkuat inklusi keuangan dan ketahanan komunitas.

Breakout Session 1.2: Empowering Financial Cooperatives

Sesi ini bertema Empowering Financial Cooperatives: Building Robust Support Systems for Entrepreneurs dan berada di bawah kategori Coop’s Growth and Development. Rosalina Susi dari PUSKOPCUINA tampil sebagai pembicara, berbagi panggung dengan Mr. Mel Umbac (Chief Executive Officer, DCCCO MPC, Filipina). Sesi ini dimoderatori oleh Mr. Ernan Palabyab (Executive Assistant, Cooperative Development Authority, Filipina).

Sesi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana credit union dapat menciptakan sistem dukungan yang kuat untuk wirausahawan, termasuk:

  • Penyediaan akses kredit terjangkau.
  • Program literasi keuangan untuk meningkatkan kapasitas anggota.
  • Jaringan mentorship dan kolaborasi untuk mendukung usaha kecil dan startup.

Rosalina Susi mempresentasikan inisiatif PUSKOPCUINA dalam mendukung wirausahawan melalui produk keuangan inklusif, platform digital dari federasi untuk pelayanan CU kepada anggota, dan pelatihan kewirausahaan. Sesi ini mengilustrasikan kontribusi credit union terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, ketahanan komunitas, dan inovasi.

Breakout Session 1.3: Youth Leading the Charge

Sesi bertema Youth Leading the Charge: Real-Life Stories of Young Change Makers in Cooperatives di bawah kategori Coop Leadership dipresentasikan oleh Ms. Queanna Grace N. Camaso (Youth Representative to the Board, NATCCO, Filipina) dan dimoderatori oleh Ms. Venus P. Lubguban (Chief Executive Officer, BUGEMCO). Bernadett Lusty dari CU Sauan Sibarrung diundang untuk berbagi pengalaman sebagai perwakilan generasi muda.

Sesi ini menyoroti kisah inspiratif individu muda yang mengambil peran kepemimpinan dalam credit union, termasuk tantangan dan keberhasilan mereka. Bernadett Lusty berbagi pengalaman dalam mendorong inovasi di CU Sauan Sibarrung, seperti pengembangan program literasi keuangan untuk pemuda dan kampanye komunikasi yang menarik generasi muda untuk bergabung sebagai anggota. Sesi ini memotivasi peserta untuk melibatkan pemuda sebagai agen perubahan dalam gerakan credit union.

Hari Kedua (13 September 2025)

Plenary 4: Aligning Purpose and Values in Credit Union Leadership
Lois Kitsch (African Cooperative Development Fund) dan moderator Paul Dawson membahas kepemimpinan berbasis nilai, menyoroti risiko ketidaksesuaian nilai pemimpin dengan misi koperasi dan strategi untuk menjaga integritas.

Plenary 5: Regulator and Regulated Dialogue

Alexander Raquepo (CDA, Filipina) dan Shivajee Sapkota (NEFSCUN, Nepal), dengan moderator Mark Worthington (Australian Mutual Bank), membahas pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan koperasi, dengan contoh keberhasilan dari Nepal dan Filipina.

Breakout 2.1: Conviction in Action: Reimagining Leadership Beyond Profit and Position (Eksklusif untuk Delegasi Filipina) 

Luz H. Yringco (CDA, Filipina) dan Lecira V. Juarez (APRACA), dengan panelis Sylvia O. Paraguya (NATCCO) dan Ruby D. Salvador (PFCCO), serta moderator Elenita V. San Roque (ACCU), membahas kepemimpinan berbasis keyakinan yang mengutamakan kesejahteraan anggota, solidaritas, dan ekuitas, mendorong transformasi berkelanjutan dalam koperasi.

Breakout 2.2: Protecting Members’ Hard-Earned Money

Kyungmi Kim (NACUFOK) dan moderator Gaylene Quitadamo membahas praktik pengawasan untuk melindungi aset anggota melalui manajemen risiko dan kepatuhan.

Breakout 2.3: Innovative Cooperative Models

Astrid Ebillo-Gimena (MSU-IIT MPC, Filipina) dan George Ombado (ACCOSCA), dengan moderator Lasalette Gumban, mempresentasikan model koperasi berkelanjutan seperti koperasi pertanian urban dan energi terbarukan.

Plenary 6: NACUFOK’s Training and Education System

Sang Yun Lee (NACUFOK) dan moderator Glenn M. Medez (NATCCO) memaparkan sistem pelatihan NACUFOK yang mendukung kepatuhan regulasi, disiplin keuangan, dan pengembangan kepemimpinan untuk keberlanjutan koperasi.

May be an image of 3 people, lighting, speaker, television, dais and text

Plenary 7: The Future of Credit Unions

Sesi plenary bertema The Future of Credit Unions: Technology, Innovation, and Sustainability menampilkan Tony dari PUSKOPCUINA dan Ms. Evangeline Lopez (Head of Payment Systems, NATCCO, Filipina), dengan moderasi dari Mr. Ranjith Hettiarachchi (Chief Technical Officer, ACCU). Sesi ini menyoroti tiga penerima WOCCU Digital Award, termasuk PUSKOPCUINA, atas kontribusinya dalam transformasi digital.

Tony mempresentasikan model digitalisasi PUSKOPCUINA, yang mencakup:

  • Implementasi platform digital untuk layanan keuangan, seperti mobile banking dan sistem manajemen anggota.
  • Integrasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan aksesibilitas layanan.
  • Kolaborasi dengan credit union lain untuk berbagi infrastruktur digital.

Tony juga menawarkan kerja sama kepada negara-negara lain untuk mengadopsi model digitalisasi ini, dengan fokus pada skalabilitas dan adaptasi lokal. Sesi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial ke dalam model bisnis credit union untuk menciptakan dampak positif jangka panjang.

May be an image of 3 people, dais and text

Plenary 8: Guided by Heart

Forum ditutup dengan sesi plenary bertema Guided by Heart: Ensuring Mission-Centric Leadership in the Credit Union Movement, yang disampaikan oleh P. Dr. Fredy Rante Taruk dan dimoderatori oleh Mr. Ranjith Hettiarachchi. Sesi ini menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis misi yang berlandaskan empati, integritas, dan komitmen terhadap kesejahteraan anggota.

P. Dr. Fredy Rante Taruk menegaskan bahwa kepemimpinan dalam credit union harus melampaui strategi dan kinerja, dengan fokus pada nilai-nilai seperti ketidakegoisan, kasih sayang, dan keberanian untuk membuat perubahan positif. Sesi ini menginspirasi peserta untuk membangun kepercayaan dan loyalitas melalui kepemimpinan yang autentik dan berpusat pada manusia.

Annual General Meeting (14 September 2025)

Acara ditutup dengan Annual General Meeting (AGM) pada 14 September 2025, yang dihadiri oleh seluruh delegasi ACCU. AGM menjadi platform untuk:

  • Mengevaluasi capaian ACCU selama setahun terakhir.
  • Merumuskan rencana strategis untuk tahun mendatang, termasuk penguatan jaringan credit union di Asia.
  • Memperkuat kolaborasi antarnegara melalui inisiatif seperti ACCRA dan program pelatihan kepemimpinan.
  • Penentuan Tuan Rumah Asian Credit Union Forum 2026: Kuala Lumpur, Malaysia, dipilih sebagai tuan rumah, dengan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (ANGKASA)sebagai penyelenggara.

PUSKOPCUINA berkontribusi aktif dalam diskusi, dengan fokus pada penguatan federasi nasional dan promosi praktik terbaik dalam tata kelola dan transformasi digital.

Kesimpulan

Asian Credit Union Forum 2025 menjadi momen penting bagi PUSKOPCUINA dan credit union primer anggotanya untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor dalam gerakan credit union di Asia. Melalui presentasi inspiratif, penghargaan prestisius seperti ACCESS Branding dan CULEG, serta keterlibatan aktif dalam sesi-sesi strategis, PUSKOPCUINA menunjukkan komitmennya terhadap inovasi, inklusi, dan keberlanjutan. Kehadiran perwakilan generasi muda seperti Bernadett Lusty juga memperkuat pesan bahwa credit union adalah platform bagi semua generasi untuk membangun dunia yang lebih baik.

Partisipasi PUSKOPCUINA tidak hanya memperkuat hubungan dengan jaringan ACCU, tetapi juga membuka peluang kolaborasi global untuk memajukan gerakan credit union. Dengan mengintegrasikan teknologi, kepemimpinan berbasis misi, dan tata kelola yang unggul, PUSKOPCUINA dan anggotanya siap memimpin transformasi credit union menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Author Image

Manajer Bidang Teknologi Informasi

Artikel Terkait: