Pengumuman:
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

CU GERBANG KASIH

CU. Gerbang Kasih Dulu, Kini dan Nanti

CU. Gerbang Kasih Dulu, Kini dan Nanti

 Waktu itu ada tiga, yakni dulu, kini dan nanti. Sering disebut pula masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu bukan  milik kita lagi karena  telah lewat, sudah terjadi. Masa yang akan datang belum tahu pasti yang bakal terjadi. Yang kita miliki adalah masa sekarang, saat ini. Sekaranglah saatnya kita harus berbuat untuk kebaikan, dan untuk kepentingan orang banyak.   
Problem berat yang dihadapi untuk bergerak maju adalah karena kita tidak memiliki kemampuan cut-off (pemutusan mata ranti) atas masa lalu yang buram maupun menyenangkan. Cara menyikapi problem masa lalu sangat memengaruhi cerita suskes seseorang dalam menjemput masa depan yang indah dan cerah. Para filsuf telah mengingatkan kita agar jangan tinggal di masa lalu. Artinya jangan bawa masa lalu dalam kehidupan sekarang. Hal ini sejalan dengan anjuran orang tua dulu bahwa tujuan hidup : Menghapus masa lalu, mengubah masa kini dan menata masa depan. Maknanya kita mesti fokus apa yang harus dilakukan sekarang untuk meletakan fondasi menuju masa depan yang lebih baik lagi seperti dikatakan  Mahatma Gandhi bahwa “masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan di masa sekarang”.  Lantas kapan kita menata diri untuk meraih masa depan ? Jawabnya dimulai hari ini, jangan tunggu besok. Hari ini harus lebih baik dari kemarin hendaklah terpatri dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek kehidupan sosial, politik, hukum, budaya maupun ekonomi. 
Terkait dengan aspek ekonomi, penulis mencoba menelusuri bagaimana kiprah CU. Gerbang Kasih yang pada 13 Juni 2023 nanti berusia 16 tahun? Mari kita telusuri sejarah awal, kiprahnya kini dan masa yang akan datang. 
Sebagai sebuah lembaga pemberdayaan ekonomi, kehadiran  CU. Gerbang Kasih sangatlah penting dan strategis. Perlahan namun pasti CU. Gerbang Kasih yang melayani masyarakat di tiga kabupaten yakin Ende, Ngada dan Nagekeo mengalami perkembangan yang terbilang “lumayan”. Kehadiran CU. Gerbang Kasih yang diinisiasi oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Ende merupakan lembaga pemberdayaan sosial ekonomi yang dibentuk untuk tujuan mensejahterakan  umat di Keuskupan Agung Ende dengan mendidik anggotanya agar berperilaku hidup hemat, gemar menabung dan menghindari anggota dari “gali lubang tutup lubang”.   
Sejarah gerakan CU. Gerbang Kasih  berawal dari keprihatinan  Gereja Keuskupan Agung Ende terhadap permasalahan umatnya terutama kemiskinan, kemelaratan, penderitaan dan ketidakberdayaaan. Keuskupan Agung Ende melalui Arah Dasar Pastoral Pembebasan dan Pemberdayaan  ingin  menegaskan lagi tanggungjawab sosial dan keterlibatannya dalam permasalahan manusia melalui tindakan-tindakan nyata. Apa yang dilakukan ini dalam rangka mewujudkan nilai-nilai kerjaan Allah yaitu Kasih, Keadilan, Kebenaran dan Damai Sejahtera dalam semangat Solidaritas. Hadirnya CU. Gerbang Kasih di wilayah Keuskupan Agung Ende merupakan sebuah upaya ditengah berbagai upaya pelayanan terhadap masyarakat dan permasalahannya sebagai wujud nyata dari Kasih dan Solidaritas yang dilandasi etika dan moral dalam terang iman. 
Tercatat pada Juni 2007 Komisi PSE KAE mengundang secara resmi PUSKOPDIT BKCU Kalimantan (sekarang berubah nama menjadi Federasi Nasional Pusat Koperasi Credit Union Indonesia/Puskopcuina) untuk memperkenalkan gerakan credit union ala Kalimantan oleh A.R. Mecer cs. Embrio gerakan ini diwujudnyatakan dengan Lokakarya Strategic Planning dan Business Plan(SP/BP)  dari 11 s.d. 13 Juni 2007. Diakhir lokakarya tersebut sebanyak 171 orang peserta bersepekat membentuk credit union dengan nama Credit Union Gerbang Kasih, singkatan dari : Gerakan Rakyat Mengembangkan Kesejahteraan Dalam Kasih. 
Penulis masih ingat pada sebuah pertemuan disela-sela Lokakarya SP/BP tersebut, A.R. Mecer mengatakan untuk mengubah dunia harus dimulai dari kampung masing-masing. “Buktikan kalau anda semua diterima di kampung masing-masing” kata beliau kala itu. Para aktivis CU. Gerbang Kasih diminta melakukan gerakan masuk ke paroki, stasi, KUB untuk memberdayakan umat setempat dengan mengembangkan CU. Gerbang Kasih. Merespon tantangan dari A.R. Mecer,  dibentuklah tim sosialisasi/motivasi yang terdiri dari  Tim Wini, Tim Wonga dan Tim Wea beserta personelnya.  Nama tim ini sesuai produk simpanan di CU. Gerbang Kasih saat itu. Penulis sendiri, Romo Domi Nong dan Pak Flavi Senda berada di Tim Wonga. Setiap hari Sabtu dan Minggu  kami selalu berada di Stasi dan Paroki guna memperkenalkan gerakan CU. Gerbang Kasih kepada umat setempat. Ternyata banyak umat menilai bahwa CU. Gerbang Kasih memiliki keunikan yang tidak dapat mereka temukan di cu-cu sebelumnya. Tercatat hingga April 2023 jumlah anggota CU. Gerbang Kasih 5.822 orang dengan pertumbuhan aset sebesar Rp 79.384.675.987. Telah dibentuk Kantor Tempat Pelayanan Ende dan Tempat Pelayanan Mataloko serta kantor pelayanan kas untuk melayani anggota di wilayah tersebut. Peran luas yang dimainkan CU. Gerbang Kasih dalam upaya mensejahterakan umat di wiayah Keuskupan Agung Ende telah menjadikan lembaga ini kian populer baik dikalangan umat maupun para imam. 
Peran  CU. Gerbang Kaih 
Seiring makin populer dan luasnya pelayanan yang harus diemban lembaga ini, para aktivis CU. Gerbang Kasih tetap diingatkan untuk kembali ke jati diri gerakan credit union seperti yang dinyatakan oleh F.W.Raiffiessen.  “Credit union must not confine themselves to granting loans. Their main objectives should be to control the use of money, to improve the moral and physical values of people, and their wiil to act by themselves” 
Raiffiessen mengingatkan agar “credit union tidak boleh membatasi dirinya hanya sebagai pemberi pinjaman. Tugas utama credit union adalah mengontrol penggunaan uang, memperbaiki nilai-nilai moral dan fisik manusia serta memperbaiki manusia agar bertindak sesuai hati nuraninya”. Dengan demikian dalam menjalankan fungsinya Pengurus CU. Gerbang Kasih melakukan beberapa strategi. Pertama, untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota, CU. Gerbang Kasih melakukan penguatan kapasitas dan kualitas SDM anggota dan aktivis dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan internal maupun eksternal. Memiliki  gedung megah 2 lantai terletak di pusat Kota Ende, Jalan El Tari sebagai Kantor Pusat dan Kantor Tempat Pelayanan (TP) Ende. Membuka Kantor TP Mataloko dan Kantor Pelayanan Kas Mauponggo dan Mbay, mengangkat anggota potensial menjadi Kelompok Inti (POKTI)  yang bertugas melayani anggota di paroki-paroki serta membentuk Komite terdiri dari Komite Keuangan/Kredit, Komite Organisasi/Diklat dan Komite Pemberdayaan yang bertugas membantu Pengurus dalam mengembangkan CU. Gerbang Kasih. Selain itu telah membentuk Kelompok Binaan serta komunitas. Kedua, menyusun perencanaan strategis yang visioner, realistis, terukur,  konsisten dan membangun kepercayaan anggota. Ketiga, restrukturisasi dan reorganisasi pengelola atau manajemen. Keempat, mempertimbangkan kearifan lokal dalam menciptakan produk-produk dan pelayanan keuangan yang cerdas dan unik mengakar pada budaya lokal. Kelima, telah menetapkan territory management dengan pembagian wilayah pengembangan prioritas (WPP), wilayah pengembangan biasa (WPB dan luar wilayah pengembangan (LWP). 
CU. Gerbang Kasih memiliki produk berpadanan simpan dan pinjam.Simpanan Kepemilikian terdiri dari Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib. Sedangkan Simpanan Non Saham Terdiri dari Wini, Wonga, Wea, Sa’o dan Tandak, Wunu. Wini adalah produk simpanan sukarel untuk jangka panjang, bungan simpanan WINI 5% pa. Simpanan SA’O adalah  produk  simpanan  sukarela  jangka  panjang  dengan maksud  membantu  anggota  memiliki  tanah  dan  rumahh  tinggal  yang  layak, memperbaiki dan merenovasi rumah. Bunga simpanan 3%pa. Simpanan TANDAK adalah simpanan sukarela jangka panjang dengan maksud membantu anggota mempersiapkan biaya pendidikan. Bunga simpanan 3% pa. Simp-anan WONGA adalah produk simpanan dengan tujuan membantu anggota mengamankan dan mengatur uang untuk kebutuhan sehari-hari, bunga 2%pa. Simpanan WEA adalah produk simpanan berjangka dengan tujuan membantu anggota merencanakan, mengatur dan mengamankan uang untuk tujuan tertentu dimasa depan. Suku bunga 4% untuk penempatan 6 bulan, Suku bunga 5% pa untuk penempatan  9 bulan, Suku bunga 6% pa untuk penempatan 12 bulan. 
Simpanan UMA adalah simpanan sukarela jangka panjang yang digunakan untuk membiaya usaha anggota di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan.Suku bunga 3% pa. Simpanan SIDARA  adalah  simpanan  sukarela  jangka  panjang  yang  digunakan  anggota untuk memiliki kendaraan dan atau memelihara kendaraan. Suku bunga 3%pa. Simpanan WUNU adalah Simpanan anggota  untuk mengantisipasi situasi dan keadaan darurat di masa mendatang. Suku bunga 4%pa. 
Namun demikian peran CU. Gerbang Kasih bukan saja pada pelayanan keuangan semata tetapi juga lembaga pemberdayaan hidup menuju kesejahteraan masyarakat, membantu anggota mengembangkan modalnya.  

Menatap Masa Depan 
Perjalanan CU. Gerbang Kasih yang diwarnai berbagai peristiwa dan dinamika telah memberi banyak pelajaran dan hikmah. Sesungguhnya, gerakan CU. Gerbang Kasih adalah gerakan memanusiakan manusia. Karena bagi CU. Gerbang Kasih proses pemberdayaan manusia menjadi key words. Pembenahan mindset merupakan hal yang paling utama dalam gerakan ini. Karena disadari tanpa mulai dari pembenahan pola pikir, maka perubahan yang terjadi hanya artifisial belaka.  Semua anggota perlu menyadari bahwa CU. Gerbang Kasih adalah wadah bagi mereka untuk bertumbuh dan berkembang secara utuh. Pencapaian tujuan dilakukan CU. Gerbang Kasih melalui pemberdayaan dan pelayanan keuangan yang profesional. Dengan demikian setiap anggota dapat menyadari eksistensi dirinya, dan dapat mewujudkan impian-impan hidupnya dengan baik dan bermartabat. 
Dengan pengalaman hampir  16 tahun ini,  penulis yakin bahwa CU. Gerbang Kasih selalu dan tetap eksis, makin kuat. Semoga. 
 

Share this Post:
Ditulis oleh Fransiskus Husni
Kepala Bagian Organisasi CUGK

Artikel Terkait: