Dari Perawat ke Pengusaha Kuliner: Kisah Inspiratif Dapur Pandan 18
Setiap langkah baru sering kali dimulai dari keberanian untuk mencoba hal yang berbeda. Begitulah kisah dua sahabat, Ibu Supriati dan Ibu Magdalena, yang kini dikenal lewat usaha kulinernya: DAPUR PANDAN 18.
Keduanya dulunya rekan kerja di dunia medis — sama-sama lulusan sekolah perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah bertahun-tahun mengabdi, mereka memutuskan untuk menempuh jalan baru: menjadi wirausaha.
Langkah pertama dimulai ketika Ibu Supriati, seorang mantan bidan, membuka rumah bersalin. Sementara itu, Ibu Magdalena, mantan apoteker, mendirikan toko obat di sebelahnya. Kolaborasi keduanya berjalan baik, saling mendukung dan saling melengkapi.
Namun, tantangan datang silih berganti. Persaingan semakin ketat, usaha mereka perlahan surut. Tak menyerah, mereka mencoba berjualan sembako — tapi nasib berkata lain, toko itu pun akhirnya tutup.
Alih-alih putus asa, keduanya justru semakin kompak. “Kami percaya, kegagalan bukan akhir, tapi awal dari babak baru,” tutur Ibu Magdalena penuh semangat.
Dari tekad itulah lahir DAPUR PANDAN 18, sebuah usaha kuliner rumahan yang mereka bangun dari nol. Ibu Supriati mengandalkan keahliannya memasak dengan menu ketupat Padang yang lezat dan riceball sehat, sementara Ibu Magdalena menyiapkan jus buah segar yang jadi favorit pelanggan.
Kini, DAPUR PANDAN 18 tak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki pelanggan tetap dari Rumah Sakit Mayapada Simatupang serta beberapa lembaga lainnya.
Setiap hari mereka memulai aktivitas sejak pukul 4 pagi, menyiapkan pesanan, mengantarkan ke pelanggan, lalu berkeliling kembali untuk menerima setoran.
Menurut Ibu Supriati dan Ibu Magdalena, perjalanan mereka mengajarkan banyak hal berharga. “Kami belajar bahwa kegagalan bukan akhir, tapi proses menuju keberhasilan,” ujar Ibu Supriati dengan senyum tenang. Ibu Magdalena menimpali, “Dan kami percaya, kolaborasi yang dilandasi saling percaya bisa mengubah arah hidup siapa pun.” Keduanya sepakat bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan niat besar akan selalu membawa rezeki yang berkah dan menenangkan hati.
Kini, DAPUR PANDAN 18 bukan sekadar usaha kuliner, tapi simbol dari ketekunan, persahabatan, dan semangat untuk bangkit. Setiap porsi ketupat Padang dan segelas jus buah yang mereka jual adalah cerita tentang keberanian untuk terus melangkah, meski sempat terjatuh.
“Kami percaya, rezeki akan datang pada mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah,” ujar Ibu Supriati dengan senyum penuh harapan.



