Frugal Living: Cerdas Mengelola Uang Menuju Hidup yang Sederhana, Bermakna & Berdampak
Di tengah kebutuhan hidup yang semakin beragam, kemampuan mengelola uang menjadi keterampilan penting bagi setiap orang. Bukan hanya tentang seberapa besar penghasilan yang diterima, tetapi juga bagaimana seseorang memiliki cara pandang dan kebiasaan yang tepat dalam menggunakan uang. Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Keuangan “Frugal Living: Cerdas dalam Mengelola Uang” yang diselenggarakan oleh KSP CU Sejahtera Makmur Bersama. Webinar dilaksanakan secara online melalui Zoom pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 19.00 – 21.00 WIB dan terbuka untuk umum, khususnya pelajar, remaja, mahasiswa, karyawan, serta anggota CU Sejahtera Makmur Bersama.
Kegiatan menghadirkan Bapak Agustinus Alibata, S.Pd., M.Si., Ketua Pengurus PUSKOPCUINA (Pusat Koperasi Credit Union Indonesia), sebagai fasilitator. Bapak Ali yang adalah sapaan beliau, juga dikenal sebagai speaker, trainer, dan motivator berstandar nasional. Acara dipandu oleh Muhammad Zidan, S.Ak. sebagai MC yang sekaligus Staf Kredit & IT dan Maria Sheally P. K., S.Ds. sebagai moderator sekaligus Sekretaris Pengurus.
Mengubah Cara Pandang terhadap Uang
Salah satu hal penting yang dibahas adalah bagaimana cara pandang yang kurang tepat terhadap uang dapat memengaruhi kehidupan seseorang. Ketika seseorang merasa uangnya terlalu sedikit, kesempatan untuk berkembang pun sering kali dianggap terbatas. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang baik, uang dapat digunakan secara lebih efektif untuk menciptakan sesuatu yang bermakna dan berdampak. Dalam konteks inilah frugal living tidak dapat disamakan dengan hidup pelit. Frugal living merupakan upaya menjalani kehidupan secara lebih efisien, hemat, dan tidak boros, dengan menempatkan pengeluaran sesuai kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi stres keuangan, meningkatkan keamanan finansial, dan mendukung pencapaian tujuan keuangan jangka panjang. Memiliki dana darurat dan aset juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keuangan.
Bagaimana Frugal Living bagi yang Belum Berpenghasilan?
Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang masih berstatus pelajar. Peserta tersebut bertanya, “Bagaimana cara menerapkan frugal living kalau kita masih sekolah dan belum memiliki penghasilan sendiri?” Pertanyaan ini menarik karena frugal living sering kali dianggap hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah bekerja dan memiliki pendapatan. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak Agustinus Alibata memberikan jawaban yang sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: “Jangan merokok.!”
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa menerapkan frugal living tidak selalu membutuhkan penghasilan besar. Justru, kebiasaan mengelola uang dapat dimulai dari menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan tidak produktif. Bagi pelajar, bentuk frugal living dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menggunakan uang saku dengan bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, tidak mengikuti gaya hidup hanya karena tren, serta menyisihkan sebagian uang yang diterima. Dengan demikian, meskipun belum memiliki penghasilan sendiri, seseorang tetap dapat belajar membangun kebiasaan keuangan sehat sejak dini.


Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Penerapan frugal living juga dapat dimulai dengan merencanakan anggaran, bukan hanya mencatat pengeluaran setelah uang habis digunakan. Dengan anggaran, seseorang dapat mengetahui ke mana uang akan dialokasikan dan menjaga pengeluaran tetap sesuai kemampuan. Membangun dana darurat sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan, menghindari utang yang tidak produktif, membangun sumber pendapatan, serta membuat pengeluaran secara rasional juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan finansial.
Frugal living bahkan dapat diterapkan dari kehidupan sehari-hari, seperti mengelola bahan makanan dengan baik, mengurangi pemborosan, dan belajar berbagai keterampilan agar tidak selalu bergantung pada jasa orang lain. Keterampilan yang dimiliki bahkan dapat dikembangkan menjadi peluang penghasilan tambahan. Pada akhirnya, frugal living bukan tentang mengurangi kualitas hidup, melainkan belajar hidup secara sadar, bijak, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap uang.
Karena itu, hidup sederhana bukan berarti hidup dalam keterbatasan. Justru, kebiasaan sederhana yang dimulai sejak dini dapat menjadi bekal untuk mencapai kehidupan yang lebih aman, mandiri, bermakna, dan berkelanjutan. Frugal living adalah salah satu jalan menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan dan perjalanannya dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini. (PUD)
*) Penulis/Editor: A. Padmi Pudyaningtyas, S.E, S.Psi (Ketua Pengurus periode 2026 - 2029)



