Komite Berperan dalam Mengelola CU agar Sehat
PUSKOPCUINA tahun 2025 melalui bidang pemberdayaan kembali menggelar Forum Komite. Kali ini untuk ke-3 kalinya dilaksanakan, mulai tanggal 25-26 September 2025 secara daring yang difasilitasi oleh Anton Sera’ Sima, SIP, Wakil Ketua Pengurus PUSKOPCUINA. Hadir sebanyak 166 orang komite dari 23 CU Primer. Dalam pertemuan ini juga dievaluasi tindaklanjut rekomendasi Forum Komite ke-2 yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023.
Komite di Credit Union (CU) adalah kelompok sukarelawan yang dipilih oleh rapat anggota atau pengurus untuk membantu pengurus dalam mengelola CU dan memberikan pelayanan kepada anggota. Komite ini tidak menerima gaji dan bekerja secara sukarela untuk memastikan CU dijalankan secara transparan dan akuntabel. Dengan kata lain, komite adalah orang-orang yang mau memberikan diri dan waktunya untuk ikut mengembangkan CU dan melayani anggota CU.

Komite familiar digunakan di gerakan CU, baik di Indonesia maupun di negara lain. Namun, untuk koperasi jenis lain di Indonesia, penggunaan istilah dan struktur komite mungkin tidak terlalu umum digunakan. Di koperasi lain selain CU, struktur organisasi lebih menitikberatkan pada pengurus dan pengawas.
Komite sebagai unit fungsional khusus dalam jejaring PUSKOPCUINA memang diwajibkan untuk dimiliki oleh CU, dengan fungsi dan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan CU. Kebutuhan CU tentunya ditentukan oleh jumlah Tempat Pelayanan (TP) atau Kantor Cabang (KC). Komite ada di Kantor Pusat (KP) dan di Tempat Pelayanan (TP) atau Kantor Cabang (KC). Seharusnya struktur komite ke depannya perlu penyesuaian ujar Anton. Dalam melayani anggota CU Primer, tidak sebatas dilayani oleh manajemen tetapi juga dilakukan para aktivis, salah satunya komite. Anton mensharingkan pengalaman terbaik di CU Sauan Sibarrung, untuk melayani anggota sebanyak 54.959 orang (per 31 Juli 2025), dilakukan oleh 7 orang pengurus, 3 orang pengawas, 62 orang komite pusat dan TP, Sangayoka (kelompok inti) 413 orang, 36 orang pande dan 169 orang manajemen.
Anton menjelaskan bahwa CU Sauan Sibarrung dikelola oleh para aktivis dan manajemen yang memiliki peran masing-masing mulai dari pengurus, pengawas, komite dan manajemen. Uniknya, CU Sauan Sibarrung memiliki aktivis yang disebut Sangayoka dan Pande yang jumlahnya bahkan lebih banyak dari manajemen. Sangayoka ini mengawal masing-masing wilayah teritori mereka, papar Anton.
CU Sauan Sibarrung, satu dari 2 CU di Asia yang meraih sertifikasi ACCESS Branding dari ACCU dengan predikat Gold. Satunya CU di Filipina. CU Sauan Sibarrung juga satu-satunya CU Primer yang meraih sertifikasi CULEG dengan predikat Gold di Asia.

Anton memberikan contoh struktur organisasi CU Sauan Sibarrung, yang juga memuat komite. Di KP berupa komite eksekutif, komite kredit, komite edukasi, komite pemberdayaan, komite marketing dan jejaring usaha anggota, komite sarana dan prasarana, komite IT dan youth dan komite audit. Di CU Sauan Sibarrung, Komite di TP berupa komite keuangan dan kredit, komite administrasi , edukasi & IT, dan komite pemberdayaan.
PUSKOPCUINA sebagai sekunder pun memiliki komite, ada komite keuangan dan tata kelola, komite pemilihan pengurus dan pengawas PUSKOPCUINA dan komite eksekutif. Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU) sebagai federasi CU di Asia juga memiliki komite, antara lain komite IT dan Komite ACUNEL.
Pendidikan merupakan jantung bagi CU. Pameo yang familiar di Gerakan CU tentang pendidikan, “dimulai dari pendidikan, berkembang melalui pendidikan, dikontrol oleh pendidikan, dan bergantung pada pendidikan”. Begitu pentingnya pendidikan bagi CU, agar CU dapat dikelola dengan baik hingga CU mampu tumbuh berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup anggotanya. Forum Komite ini bagian dari proses pembelajaran bagi para komite di CU Primer dalam jejaring PUSKOPCUINA.
Mengawali pertemuan ini, Anton Sera’ Sima menekankan perlunya pemahaman komite tentang fungsi, tugas dan tanggungjawabnya. Untuk menyamakan frekuensi pemahaman tentang komite, Anton meminta para peserta untuk sharing pengalaman. Perlu informasi awal dari peserta terkait pemahaman akan komite, sehingga dapat membantu saya untuk menentukan fokus diskusi kita, ujar Anton yang juga sebagai Wakil Ketua Pengurus CU Sauan Sibarrung ini.
Dominggus Dasi, salah satu Komite CU Gerbang Kasih, Ende menyampaikan bahwa ini kehadiran pertama kalinya, ia meminta fasilitator untuk menjelaskan fungsi, tugas dan tanggungjawab komite agar para komite dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“saya pun baru pertama kali hadir dalam forum komite ini, sehingga siap untuk mendengarkan”, ujar Hamid, Komite dari CU Usaha Kita.
Bambang, Ketua Pengurus CU Sumber Kasih Sejahtera, Balikpapan menyampaikan bahwa CU SKS memang belum memiliki komite, sehingga berterima kasih dapat mengikuti forum ini untuk mengetahui lebih lanjut fungsi, tugas dan tanggungjawab seorang komite. Biar tahun depan kami sudah bisa bentuk komite, ujar Bambang.
Dalono, salah satu Komite Pemberdayaan di CU Kridha Rahardja, Bawen, menyampaikan perlu adanya sharing antar komite sehingga ada gambaran tugas komite di setiap CU. Setiap CU mungkin berbeda-beda dalam struktur komitenya, ujar Dalono.
Emelius, Komite Diklat dan Pemberdayaan CU Khatulistiwa Bakti KC Ngabang berharap mendapatkan pengetahuan terkait tugas dan tanggungjawab komite dan adanya sharing pengalaman antar komite.
Andri Anang, Komite Diklat CU Daya Lestari KC Kita Sejahtera, Samarinda, mensharingkan bahwa komite di CU Daya Lestari telah diatur dalam manual operasional, salah satu tugasnya adalah melakukan monitoring setiap bulannya, misalnya melakukan kontrol atas kegiatan Diklat. Para komite dituntut untuk menyampaikan rekomendasi dalam rapat bulanan. Misalnya, kegiatan Diklat diprogramkan 2 kali, namun yang terlaksana ternyata hanya 1 kali, maka akan dicari penyebab dan solusinya. Hal ini kami rasa sangat baik untuk perbaikan. Peran komite ini sangat luar biasa. Kita ini kerja secara sukarela tetapi semangat kita tetap membara agar CU semakin baik, ujar Andri Anang sembari memotivasi para komite lainnya.
Feliks Dabur, Komite di CU Jembatan Kasih, menanyakan apakah dalam struktur komite memerlukan koordinator atau ketua dan bagaimana pembiayaan terkait kegiatan komite. Menanggapi pertanyaan ini, Anton menyampaikan harus ada koordinator dari komite. Pembiayaan dari kegiatan komite menjadi tanggungjawab CU. Anton juga menambahkan, untuk komite di kantor pusat, misalnya untuk komite pemberdayaan berjumlah 5 orang, bisa berasal 2 orang dari unsur pengurus dan 3 orang bisa berasal dari kelompok inti. Hal ini menunjukkan bahwa dalam struktur komite dapat berasal dari unsur pengurus, khusus untuk pengurus, dimasukkan dalam komite yang terkait tugas dan tanggungjawabnya di CU.
Pengalaman CU Sauan Sibarrung, pada masa Covid-19 mewabah di Indonesia, periode tahun 2020-2022, jumlah anggota, aset, simpanan dan piutang beredar tetap meningkat sedangkan piutang lalai turun. Ini terjadi berkat keberdaan aktivis di lapangan, seperti Sangayoka (biasa dikenal juga dengan kelompok inti).
Keberadaan kelompok inti dan komite di CU sangat diperlukan untuk membantu pengurus dan manajemen dalam mengelola dan memberikan pelayanan kepada anggota. Kelompok inti dan komite mesti berasal dari orang-orang yang memiliki jiwa volunteer, karena tidak ada bayaran.
Struktur organisasi di CU mesti memperhatikan ketentuan yang diatur dalam UU dan regulasi lainnya. Perangkat organisasi yang utama harus dimiliki oleh CU sesuai regulasi adalah Rapat Anggota Tahunan, Pengurus dan Pengawas. Ini mesti ada, sedangkan lainnya kita bisa lengkapi sesuai kebutuhan CU, ujar Anton Sera’ Sima.
Anton menegaskan, lebih baik kita merekrut volunteer daripada kita merekrut 1 orang manajemen untuk melayani anggota. Ini tentunya jika rasio produktivitas staf masih poor atau fair. Baiknya 1 orang staf melayani minimal 300-350 orang anggota, ujar Anton.
Anton memberikan contoh, saat studi lapangan di Card MRI, Laguna, Filipina, ada pengurus komunitas yang melayani anggotanya. Manajemen hanya datang kepada pengurus komunitas secara berjadwal untuk menjemput setoran dari anggota. Pesan Anton, jika ingin CU berkelanjutan, maka pengurus harus berasal dari komite, dan komite berasal dari kelompok inti.
Semoga komite semakin memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai setelah mengikuti forum ini.



