PUSKOPCUINA SUSUN BUSINESS PLAN 2027: MEMPERKUAT TATA KELOLA, TRANSFORMASI DIGITAL, & KEBERLANJUTAN GERAKAN CREDIT UNION
Pontianak, 25 September 2026 — KSP PUSKOP Credit Union Indonesia (Skd) atau PUSKOPCUINA menyelenggarakan kegiatan Business Plan (BP) Tahun Buku 2027 pada 23–25 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pencapaian program kerja Tahun Buku 2026 sekaligus merumuskan arah kebijakan, strategi, dan program prioritas Tahun Buku 2027 sebagai bagian dari implementasi Rencana Strategis (Renstra) PUSKOPCUINA 2026–2030.
Kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan peserta dari Kalimantan Barat mengikuti pertemuan secara langsung di Kantor PUSKOPCUINA, Jalan Perdana Nomor 86A, Pontianak, sedangkan peserta dari luar Kalimantan Barat berpartisipasi melalui Zoom Meeting. Kegiatan melibatkan unsur Penasihat, Pengurus, Pengawas, Komite, dan Manajemen PUSKOPCUINA. Penyusunan Business Plan 2027 difasilitasi oleh Agustinus Alibata, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Pengurus PUSKOPCUINA, dengan pendekatan partisipatif melalui evaluasi kinerja, analisis kesenjangan pencapaian, diskusi komisi, serta pembahasan pleno untuk menyelaraskan program kerja antarbidang.

Dari Evaluasi Kinerja Menuju Perencanaan yang Lebih Terukur
Business Plan merupakan bagian penting dari siklus manajemen strategis PUSKOPCUINA yang menghubungkan Strategic Planning, Business Plan, Organizational Development, Monitoring dan Evaluasi (Monev), serta pengawasan PUSKOPCUINA. Melalui siklus tersebut, sasaran strategis lima tahunan diterjemahkan menjadi program tahunan yang operasional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan Misa Syukur, dilanjutkan dengan pembukaan, pengarahan Penasihat, serta penjelasan arah dan metode penyusunan Business Plan 2027. Agenda utama kemudian difokuskan pada evaluasi pencapaian program kerja Tahun Buku 2026 per 31 Agustus 2026. Evaluasi mencakup pencapaian indikator strategis, pelaksanaan kegiatan, target, realisasi anggaran, serta identifikasi berbagai hambatan dan risiko yang memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Proses evaluasi tidak hanya diarahkan untuk mengetahui program yang telah terlaksana, tetapi juga mengidentifikasi kesenjangan antara target dan realisasi, menilai efektivitas strategi yang digunakan, serta menentukan langkah perbaikan dan percepatan yang diperlukan pada tahun berikutnya. Dengan demikian, penyusunan Business Plan 2027 tidak dimulai dari daftar kegiatan semata, melainkan dari hasil evaluasi berbasis data dan kebutuhan strategis organisasi.
Momentum hari pertama juga diwarnai dengan penyerahan Penghargaan Pengabdian Masa Kerja 20 Tahun sebagai bentuk apresiasi PUSKOPCUINA kepada staf yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan komitmen selama dua dekade dalam mendukung perkembangan organisasi dan pelayanan kepada gerakan Credit Union. Penghargaan ini menjadi wujud penghormatan atas kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran PUSKOPCUINA untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat pelayanan. Momentum tersebut juga menegaskan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan PUSKOPCUINA tidak hanya ditentukan oleh perencanaan strategis dan pencapaian kinerja, tetapi juga oleh ketekunan, kesetiaan, serta kontribusi sumber daya manusia yang tumbuh dan berkembang bersama PUSKOPCUINA.

Empat Perspektif Menjadi Dasar Penyusunan Business Plan 2027
Pembahasan Business Plan 2027 mengacu pada empat perspektif strategis PUSKOPCUINA, yaitu Keuangan, Bisnis Internal, Pertumbuhan dan Pembelajaran, serta Kepuasan Anggota.
Perspektif Keuangan diarahkan pada penguatan kesehatan dan keberlanjutan keuangan organisasi, pengelolaan sumber daya secara efektif, peningkatan kualitas perencanaan anggaran, serta penguatan kemampuan PUSKOPCUINA dalam menyediakan pelayanan dan dukungan bagi CU primer.
Perspektif Bisnis Internal menitikberatkan pada penguatan tata kelola organisasi, kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi, peningkatan kualitas proses bisnis, pengendalian internal, manajemen risiko, serta pengembangan inovasi dan layanan berbasis teknologi.
Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kompetensi aktivis Credit Union, penguatan kepemimpinan, serta pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Perspektif Kepuasan Anggota berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan federasi, penguatan hubungan dan keterlibatan CU primer, serta pengembangan program yang memberikan manfaat nyata bagi Credit Union dan anggotanya.
Keempat perspektif tersebut menjadi kerangka untuk memastikan program kerja PUSKOPCUINA tidak berjalan secara terpisah, tetapi saling mendukung dalam mencapai tujuan strategis organisasi.
Transformasi Digital, Pemberdayaan, dan Penguatan CU Primer Menjadi Perhatian
Salah satu perhatian dalam pembahasan Business Plan 2027 adalah pentingnya memperkuat pemanfaatan teknologi dan inovasi pelayanan untuk mendukung perkembangan gerakan Credit Union. Transformasi digital dipandang bukan hanya sebagai pengembangan aplikasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, aksesibilitas transaksi, serta kemampuan Credit Union dalam merespons perubahan kebutuhan anggota. Penguatan ekosistem layanan digital PUSKOPCUINA, termasuk ESCETE, sMartCU, dan pengembangan pemanfaatan teknologi informasi, menjadi bagian dari arah pengembangan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan integrasi gerakan Credit Union. Selain transformasi digital, pembahasan juga memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi anggota melalui penguatan jejaring pemasaran bersama.
Pengembangan sMartCU dan pemasaran produk anggota CU primer, peningkatan promosi digital, serta penguatan kolaborasi pemasaran menjadi bagian dari strategi yang dibahas untuk memperluas manfaat ekonomi dari gerakan Credit Union. Pada bidang pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi pengurus, pengawas, manajemen, dan aktivis CU primer juga menjadi perhatian. Pendidikan dan pelatihan perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata Credit Union agar menghasilkan peningkatan kemampuan kepemimpinan, tata kelola, dan kualitas pelayanan kepada anggota. Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan gerakan Credit Union memerlukan keseimbangan antara kesehatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan anggota.
Diskusi Komisi dan Pleno Memperkuat Kolaborasi Antarbidang
Memasuki hari kedua dan ketiga, kegiatan diarahkan pada pembahasan strategi dan taktik Tahun Buku 2027 melalui diskusi komisi dan pleno. Setiap bidang melakukan peninjauan terhadap strategi Tahun Buku 2026, mengidentifikasi capaian serta kendala yang masih dihadapi, kemudian merumuskan strategi, program, dan kegiatan yang lebih relevan untuk dilaksanakan pada Tahun Buku 2027. Pembahasan dilakukan dengan mempertimbangkan target Renstra 2026–2030, kebutuhan CU primer, prioritas organisasi, serta ketersediaan sumber daya. Melalui forum pleno, hasil pembahasan masing-masing bidang diselaraskan untuk menghindari tumpang tindih kegiatan, memperkuat kerja sama lintas bidang, dan memastikan program yang direncanakan saling mendukung pencapaian sasaran strategis PUSKOPCUINA. Proses ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun pemahaman dan tanggung jawab bersama antara Pengurus, Pengawas, Komite, dan Manajemen dalam mengawal implementasi program kerja.

Business Plan 2027 Diterjemahkan ke dalam Program dan Kegiatan yang Terukur
Salah satu keluaran penting proses perencanaan adalah penyusunan Matriks Perencanaan Program dan Kegiatan (MPP) PUSKOPCUINA Tahun Buku 2027. MPP memuat hasil yang ingin dicapai, indikator dan target kinerja, strategi, program, kegiatan, durasi, frekuensi, jumlah peserta, serta bidang kerja yang bertanggung jawab. Dokumen tersebut menjadi pedoman untuk menghubungkan sasaran strategis dengan kegiatan operasional sehingga setiap program memiliki arah pelaksanaan, ukuran keberhasilan, dan penanggung jawab yang jelas. Selain menjadi dasar penyusunan rencana kerja dan anggaran, MPP juga berfungsi sebagai instrumen monitoring, evaluasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan selama Tahun Buku 2027. Dengan pendekatan ini, keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan terlaksananya kegiatan atau terserapnya anggaran, tetapi terutama berdasarkan hasil dan manfaat yang diberikan terhadap pencapaian sasaran strategis PUSKOPCUINA.
Mewujudkan Federasi Nasional yang Terintegrasi, Terpercaya, dan Berkelanjutan
Business Plan 2027 merupakan bagian dari perjalanan PUSKOPCUINA dalam mewujudkan visinya, yaitu “Menjadi Federasi Nasional Credit Union yang Terintegrasi, Terpercaya, dan Berkelanjutan.” Visi tersebut menegaskan pentingnya membangun gerakan Credit Union yang memiliki tata kelola sehat, sistem pelayanan terintegrasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup anggota. Sebagai federasi nasional, PUSKOPCUINA memiliki peran strategis dalam memperkuat koordinasi, kolaborasi, pendampingan, inovasi, dan pengembangan kapasitas CU primer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, Business Plan 2027 tidak hanya menjadi agenda perencanaan internal organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen PUSKOPCUINA untuk terus meningkatkan kualitas dukungan dan pelayanan kepada CU primer anggotanya. Melalui evaluasi yang objektif, penyusunan strategi berbasis data, program yang terukur, serta komitmen bersama seluruh unsur organisasi, PUSKOPCUINA berupaya memastikan setiap langkah pengembangan pada Tahun Buku 2027 memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Renstra 2026–2030. Dari perencanaan menuju tindakan, dari kegiatan menuju hasil, dan dari pencapaian organisasi menuju peningkatan kualitas hidup anggota. Semangat tersebut menjadi landasan dalam memperkuat gerakan Credit Union Indonesia agar semakin sehat, aman, terpercaya, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Manajer Organisasi PUSKOPCUINA



