Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita PUSKOPCUINA

Selamat Datang Pewarta Credit Union

Selamat Datang Pewarta Credit Union

Scripta manen verba volant: yang tertulis akan tetap abadiyang terucap akan berlalu bersama angin.

“Saya sangat bersyukur dapat kesempatan mengikuti pelatihan jurnalistik ini. Sejak tahun lalu saya lihat ada rencana pelatihan ini dari BKCU Kalimantan, saya sudah mendaftarkan diri ke pihak manajemen CU Sabhang Utung. Banyak hal di daerah kami yang bisa ditulis tetapi tidak tahu caranya. Dengan mengikuti pelatihan ini saya bertekad untuk menulis,”ujar Sukirman Merah, Sekretaris Pengurus CU Sabhang Utung (CUSU).

Pernyataan senada disampaikan Ella Agustina, staff Puskopdit BKCU Kalimantan (BKCUK). “Saya senang mendapat kesempatan ikut pelatihan ini karena selama ini banyak ide untuk menulis tapi sulit untuk memulainya karena bingung harus mulai dari mana. Dengan pelatihan ini saya mendapat banyak pengetahuan dan akan saya praktekkan,”akunya dalam kesempatan menyampaikan kesan di akhir pelatihan.

Sukirman Merah dan Ella Agustina adalah dua dari 19 orang peserta pelatihan jurnalistik/penulisan yang diselenggarakan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan. Pelatihan yang  dilaksanakan di Wisma Susteran KFS Jalan Gusti Hamzah Pontianak tersebut berlangsung selama empat hari (23-26/7). Yakni dari Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan dua orang; staff BKCU Kalimantan 3 orang; dari CU Tilung Jaya dan CU Sabhang Utung masing-masing tiga orang; CU Khatulistiwa Bakti, CU Pancur Dangeri dan CU Bonaventura masing-masing dua orang; CU Sumber Kasih dan CU Sehaq masing-masing satu orang. Menurut Thomas More Anwar, ketua Panitia, semula ada 25 orang yang akan hadir, namun karena alasan mendadak terpaksa ada yang batal datang.

Damianus Djampi, Sekretaris Dewan Pimpinan BKCU Kalimantan dalam kata sambutannya pada pembukaan pelatihan mengatakan, peranan vital media massa untuk melakukan promosi bagi gerakan Credit Union (CU)  belum dimanfaatkan oleh Credit Union di bawah naungan BKCUK secara maksimal.

“Lihat saja, masih minim tulisan mengenai gerakan CU sebagai gerakan ekonomi kerakyatan di media massa baik media cetak maupun media elektronik”, jelasnya.

Menurut Dami, panggilan akrab Damianus Djampi, hal itu disebabkan minimnya ketrampilan aktivis CU dalam membuat tulisan atau karya jurnalistik. “Kesulitan yang dialami oleh aktivis CU selama ini adalah masih kurangnya ketrampilan membuat tulisan, bahkan dalam membuat surat-surat. Saya masih cukup banyak menemukan surat dari CU ke BKCU Kalimantan yang belum pas dalam penyusunan redaksi kata serta masih menggunakan penulisan dengan cara-cara lama”,ungkap mantan Ketua Pengurus CU Khatulistiwa Bakti ini bersemangat.

Melihat kenyataan tersebut diataslah menurut Dami maka BKCU Kalimantan memandang perlu   mengadakanpelatihan jurnalistik bagi aktivis CU untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan aktivis CU dalam hal menulis. “Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para aktivis CU dapat memaksimalkan peran media massa cetak dan elektronik untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan maupun kebijakan-kebijakan CU masing-masing ke pada masyarakat. Peserta juga diharapkan mampu memilah informasi yang layak di konsumsi banyak orang untuk diberitakan,”urainya. Sebagai apresiasinya atas pelatihan ini serta keinginannya untuk mulai menulis, Dami (sekretaris) bersama Victorina Budi Astuti (anggota Pengurus BKCUK) juga mengikuti pelatihanjurnalistik tersebut.


Praktek 50%

Pelatihan ini difasilitasi oleh Edi V. Petebang, wartawan seniorMajalah Kalimantan Review dan Tabloid CU Review, kontributor sejumlah media nasional serta penulis/editor belasan judul buku. Seluruh teori dan praktek dipandu Edi--panggilan akrabnya; hanya materi tentang “Foto Jurnalistik” dipandu Dominikus Uyub (Pemred CU Review) dan materi “Teknik Wawancara” dipandu Andika Pasti (wartawan CU Review).

Setelah perkenalan, kontrak belajar serta penjelasan tentang alur proses pelatihan, peserta langsung praktek menulis. Selama setengah jam peserta “dipaksa” membuat tulisan tentang topik apa saja yang ingin ditulisnya. “Ini kan pelatihan, jadi harus ada latihan.”jelas Edi.

Sesi awal diisi dengan penyadaran pentingnya media massa. Edi mengutip pernyataan terkenal seorang penulis besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Pria yang dipenjara karena keyakinan politiknya ini pernah menulis: “Kau, Nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu tak akan padamditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari… Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

“Jika Anda tak menulis, nama Anda akan hilang dari sejarah. Jangankan orang lain, cucu-cicit-canggah yang merupakan keturunan langsung Anda sendiri, tidak akan mengenal Anda lagi. Mereka mungkin akan kenal Socrates, Plato, Aristoteles, atau Dale Carnegie dan Stephen Covey yang semuanya mencatatkan nama dalam buku sejarah karena menulis,” jelas Edi.

Ia juga mengingatkan ada pepatah Latin yang mengatakan, Scripta Manen Verba Volant,” yang artinya “yang tertulis akan tetap abadi, yang terucap akan berlalu bersama angin”.

Edi juga mengutip pendapat Denis McQuail, pakar dan guru besar komunikasi massa berkebangsaan Belanda,yang mengatakan “media menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dari pada institusi-institusi lainnya. Dan lebih parah lagi, media massa sejak dahulu telah mengambil alih peranan sekolah, orang tua, agama, dan lain-lain. Institusi media sendiri sebenarnya tidak lah memiliki kekuasaan, akan tetapi insitusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan Negara”.

Andreas Harefa, penulis terkenal, yang mengutip pendapat Caryn Mirriam Goldberg dalam karya berjudul Write Where You Are: How to Use Writing to Make Sense of Your Life, banyak keuntungan menulis. Antara lain:

  1. menulis membantu menemukan siapa dirimu
  2. menulis dapat membantumu percaya diri dan meningkatkan kebanggaan
  3. menulis meningkatkan kreativitas
  4. dapat menyembuhkan diri
  5. menulis membantumu lebih hidup.

Setelah sesi penyadaran ini, peserta mulai makin tertarik mengikuti sesi demi sesi karena menyadari luar biasanya pengaruh media massa dalam kehidupan manusia.

Secara keseluruhan pelatihan ini sebanyak lima puluh persen teori dan lima puluh persen praktek. Mulai dari praktek menulis bebas, praktek membuat

berita hard news, praktek menulsi features, praktek liputan lapangan dan menulis berita hasil liputan, praktek melakukan wawancara, praktek membuat foto dan praktek membuat layout.

Sedangkan materi teorinya terdiri dari

  1. Mengapa jurnalistik Penting
  2. Sejarah jurnalistik
  3. Dasar-Dasar Jurnalistik
  4. Teknik Menulis Berita hardnews
  5. Teknik Menulis Features
  6. Bahasa Jurnalistik
  7. Mengedit Artikel/Berita
  8. Wawancara Jurnalistik
  9. Foto jurnalistik
  10. Dasar-dasar perwajahan lay out
  11. Manajemen Pers.

Dalam praktek liputan peserta dibagi dalam lima kelompok. Praktek liputan dilakukan di CU Bina Kasih, CU Stella Maris, CU Filosopi Petani, CU Kingmi, dan CU Khatulistiwa Bakti KP Jeruju. “Kami diterima dengan sangat baik oleh manajer dan staf CU yang kami datangi,”jelas Sumbogo, peserta dari BKCUK.

Model pelatihan yang banyak melakukan interaksi antara fasilitator dan peserta tersebut mempermudah peserta menangkap materi pelatihan. “Metode pelatihan ini sangat membantu kami untuk mengerti, enak, serius tapi santai,”ujar Diran dari CU Bonaventura, Nyarumkop. Hal senada disampaikan Natalia Reika, staff Deputi Usaha CU Khatulistiwa Bakti yang mengaku senang bisa ikut pelatihan ini.

“Harapan saya pelatihan ini rutin dilakukan untuk aktivis CU agar CU makin dikenal luas dan banyak peristiwa lain di masyarakat yang bisa diwartakan aktivis CU sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial kami,”harap Antonia Sarika, peserta yang juga manajer CU Tilung Jaya TP Mendalam, Kapuas Hulu.

Selamat datang para pewarta dari credit union. Dinantikan karya-karya jurnalistik Anda.***


Fallaun (CU Tilung Jaya) dan David Kukuh (staf BKCUK), peserta pelatihan.

Share this Post:

Artikel Terkait: