Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Berita PUSKOPCUINA

Pembukaan Lokakarya Pemberdayaan ke-8 Tahun 2024

Share:
Pembukaan Lokakarya Pemberdayaan ke-8 Tahun 2024

Pada tanggal 8 Juni 2024, Lokakarya Pemberdayaan ke-8 resmi dibuka di Rumah Retret Panti Semedi, Jalan Veteran No. 16, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Acara yang berlangsung hingga 11 Juni 2024 ini mengusung tema "Implementasi Pemberdayaan Dalam Mendorong Pertumbuhan Kredit Beredar dan Menurunkan Tingkat Kredit Lalai". Tema ini dipilih dengan tujuan untuk memperkuat dan memperdalam pemahaman mengenai pentingnya pemberdayaan kepada anggota dalam mendorong meningkatnya piutang beredar dan menekan piutang lalai. Dengan demikian, diharapkan CU mampu meningkatkan kualitas hidup anggotanya.

Romo Sumarwan, SJ, Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua peserta yang hadir. Dalam sambutannya, Romo Sumarwan menegaskan bahwa CU Kridha Rahardja merasa terhormat menjadi tuan rumah lokakarya kali ini. "Kami bersedia menjadi tuan rumah bukan karena kegiatan pemberdayaan di CU Kridha Rahardja sudah berjalan baik, justru dengan menjadi tuan rumah, kami berharap dapat belajar banyak dari CU primer lainnya," ujar Romo Sumarwan.

Sambutan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengetahuan di antara Credit Union (CU) primer dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan kredit dan mengurangi tingkat kredit lalai. "Marilah kita belajar bersama," tambah Romo Sumarwan, mengajak semua peserta untuk aktif berbagi pengalaman dan strategi sukses yang telah diterapkan di masing-masing CU.

Anton Sera’ Sima, SIP, Wakil Ketua Pengurus PUSKOPCUINA dalam sambutannya menegaskan bahwa lokakarya ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari aktivitas pemberdayaan yang sudah dilakukan oleh CU Primer dalam gerakan PUSKOPCUINA. “Sejak dimulai tahun 2014 yang lalu pada lokakarya pemberdayaan yang diadakan di Toraja, kita telah menetapkan standarisasi konsep dan kegiatan pemberdayaan. Tentu sudah banyak dilakukan penyesuaian terkait dengan pemberdayaan ini, hal ini perlu kita evaluasi bersama dan menemukan solusi atas masalah atau kendala yang kita hadapi dalam melakukan pemberdayaan kepada anggota, ujar Anton.

 

Foto : Pembukaan Lokakarya Pemberdayaan ke-8, tanggal 8 Juni 2024

Lokakarya ini dihadiri oleh 56 orang peserta dari 32 CU primer anggota PUSKOPCUINA. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wakil Ketua PUSKOPCUINA, Anton Sera’ Sima. Dalam paparan awalnya, Anton menyoroti tentang konsep pemberdayaan yang ada di PUSKOPCUINA. “Kekhasan Gerakan CU dalam jejaring PUSKOPCUINA adalah pemberdayaan anggota, pemberdayaan melalui komunitas teritori atau Kelompok Usaha Binaan (KUBn), hal ini mesti dilakukan oleh semua anggota PUSKOPCUINA”, tegas Anton. Tujuan CU bukan sekedar memberikan pinjaman semata kepada anggotanya, tetapi bagaimana CU mampu mendorong anggota dalam mengontrol penggunaan uangnya, CU mampu mendorong anggota meningkatkan kualitas hidup anggotanya, baik fisik, moral maupun spritual. Ini bukan kata Anton tetapi F.W. Raiffeisen, ujar Anton. Jadi, kalau ada CU yang tidak melakukan pemberdayaan kepada anggota, maka itu hanya “mirip CU” tambahnya.

Pemberdayaan anggota yang dapat berjalan baik akan mampu mendorong meningkatnya piutang beredar dan menekan atau menurunkan kredit lalai di CU. Berdasarkan praktek terbaik, hal ini terjadi di beberapa CU yang sudah menerapkannya, salah satunya di CU Sauan Sibarrung. Secara empiris, hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Supriharyanti dkk (2023) bahwa CU Primer yang melakukan kegiatan pemberdayaan, khususnya melalui pengembangan kelompok usaha binaan yang didampingi oleh para relawan, walaupun pemberdayaan tidak langsung mempengaruhi pinjaman beredar, namun keduanya meningkatkan pinjaman produktif dan peminjam baru.

Dalam lokakarya pemberdayaan ke-8 ini, pada hari ke-3, akan dilakukan studi lapangan kepada KUBn CU Kridha Rahardja yang ada di TP Wedi. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata dan inspirasi mengenai praktik terbaik yang dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing CU. 

Lokakarya Pemberdayaan ke-8 ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan yang kuat antar CU di seluruh Indonesia, menciptakan sinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam pemberdayaan ekonomi komunitas.

Artikel Terkait: