SEJARAH & AKAR PEMIKIRAN ABCD
TAHUKAH KITA? Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang sekarang sedang digalakkan oleh federasi nasional PUSKOPCUINA (Pusat Koperasi Kredit Credit Union Indonesia) sejatinya telah hadir sebagai alternatif penting… , lebih dari sekedar pendekatan yang fokus pada kekurangan (Need-based). Tetapi secara essensial , pendekatan ABCD menempatkan komunitas sebagai pelaku utama pemberdayaan dan pembangunan, dengan titik tolak pada aset yang telah dimiliki oleh komunitas.
Harapan kita, CU lebih mengedepankan pelayanannya ke anggota dengan mengalakkan gerakan Pemberdayaan, Gerakan pemberdayaan ini menjadi ciri dan kekhasan dan juga digadang- gadang sebagai lokomotif gerakan Credit Union di bawah naungan Pusat Koperasi Credit Union Indonesia, PUSKOPCUINA. Untuk keperluan itulah… Pemberdayaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam Credit Union, hal ini dikarenakan melalui pemberdayaan orang akan merasa terbantu terutama dibidang ekonomi dalam mengatasi masalah ekonomi yang dialami oleh masyarakat terutama anggota Credit Union
ABCD
Pendekatan dengan metode Asset-Based Community Development (ABCD) pertama kali diperkenalkan oleh dua orang, yaitu: John P. Kretzmann dan John L. McKnight dari Institute for Policy Research di Northwestern University, Amerika Serikat, melalui buku mereka Building Communities from the Inside Out (1993).
Mereka meng-amati bahwa sebagian besar program pembangunan masyarakat terlalu fokus pada kekurangan, kelemahan, dan masalah komunitas (needs-based approach). Akibatnya, komunitas justru menjadi objek pasif yang bergantung pada intervensi luar. Sebaliknya, ABCD mengusulkan pendekatan yang melihat komunitas sebagai subjek pembangunan yang kaya akan aset. Alih-alih bertanya “Apa masalahmu?”, ABCD bertanya “Apa yang sudah kamu miliki dan bisa dikembangkan?”
Inspirasi ABCD juga bisa ditelusuri dari akar-akar praksis komunitas lokal di berbagai budaya, termasuk dalam tradisi-tradisi masyrakat, koperasi, dan komunitas adat. Dalam konteks Indonesia, praktik seperti gotong royong, musyawarah desa, lumbung padi, atau nyumbang dalam acara sosial sejatinya adalah cerminan dari pendekatan berbasis aset.
Prinsip-Prinsip Utama ABCD
Ada enam prinsip kunci yang menjadi landasan pendekatan ABCD:
- Setiap orang punya aset dan kontribusi.
Tidak ada orang yang “kosong”. Setiap individu pasti memiliki keterampilan, pengalaman, nilai, dan jaringan yang bisa menjadi modal sosial dan ekonomi komunitas. - Komunitas adalah motor utama perubahan.
Perubahan yang bertahan lama hanya terjadi ketika komunitas itu sendiri menjadi pelaku utama dalam merencanakan dan menjalankan proses pembangunan. - Pembangunan dimulai dari apa yang ada, bukan dari apa yang kurang.
Aset komunitas menjadi titik tolak pembangunan, bukan daftar masalah atau kebutuhan. - Relasi sosial adalah aset penting.
Hubungan antarwarga, kepercayaan, dan solidaritas merupakan kekuatan penggerak yang tidak tergantikan. - Organisasi lokal adalah kendaraan pembangunan.
Kelompok arisan, koperasi, CU, karang taruna, kelompok tani, dan organisasi keagamaan adalah tulang punggung pembangunan berbasis komunitas. - Pembangunan yang berhasil adalah hasil dari proses "dari bawah ke atas".
Partisipasi aktif warga dalam setiap tahap—dari pemetaan aset, perencanaan, hingga evaluasi—merupakan kunci keberlanjutan
Mengingat pentingnya hal ini ... Tak Heran aktivis CU dari CU Sauang Sibarung (CUSS) Toraja , Bp ANTON SERASEMA, motivator dan penggerak pemberdayaan ABCD .. wanti-wanti bahwa Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang merupakan model pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka terutama anggota. Pendekatan Asset Based Community Development diawali dari langkah menggali segala potensi yang dimiliki oleh anggota itu sendiri dengan terus memotivasi mereka,agar mereka dapat menggunakan potensi dan kekuatan yang dimiliki sebagai salah satu cara yang efektif untuk melakukan programpemberdayaan anggota .
Begitulah ...
Pemberdayaan dengan ABCD ini perlu dilakukan Credit Union,... ini merupakan salah satu upaya penting sekali , untuk memberdayakan anggota dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai gunamembangun kemampuan anggota dengan cara mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran mereka, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Mari kita pahami dan terus :Lakukan !
Ketua Pengurus CU Angudi Laras



