Pengumuman:
#YukDirumahSaja, mari kita waspada Covid-19 dengan menjaga kebersihan dan melakukan social distancing.
Solusi Cerdas Terpercaya

Berita PUSKOPCUINA

Mewujudkan CU Terintegrasi

Mewujudkan CU Terintegrasi

Tanggal 17-18 September 2021 telah diselenggarakan Rapat Anggota Khusus (RAK) dengan agenda utama mereview arah strategis PUSKOPCUINA tahun 2021-2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 44 dari 45 anggota PUSKOPCUINA (CU Sumber Sejahtera di Banjarmasin, Kalsel  sejak tanggal 8 September 2021 resmi menjadi anggota). Marselus  Sunardi dan Simon Jaang bertindak sebagai pimpinan rapat dan sekretaris rapat dengan narasumber P. Dr. Fredy Rante Taruk, Pr. RAK dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. 


PUSKOPCUINA, pada saat itu masih bernama Puskopdit BKCU Kalimantan Skd telah melaksanakan lokakarya Strategic Planning (SP) tanggal 3-5 November 2020 dan 14-16 Desember 2020. Arah strategis Puskopdit BKCU Kalimantan Skd periode tahun 2021 s.d. 2025 telah ditetapkan, salah satunya memutuskan Puskopdit BKCU Kalimantan Skd menjadi federasi nasional.  
Menindaklanjuti keputusan lokakarya SP, dilaksanakan Rapat Anggota  Khusus (RAK) Perubahan Anggaran Dasar (PAD) Puskopdit BKCU Kalimantan Skd melalui media telekonferensi tanggal 21 Desember 2020 yang dihadiri oleh 43 (empat puluh tiga) dari 44 (empat puluh empat) anggota. RAK PAD memutuskan bahwa Puskopdit BKCU Kalimantan Skd berganti nama menjadi PUSKOP Credit Union Indonesia yang disingkat menjadi PUSKOPCUINA. PUSKOPCUINA ditetapkan sebagai federasi nasional dengan 2 (dua) jenjang, yaitu CU primer langsung ke CU sekunder. 


Arah strategis yang ditetapkan dalam lokakarya SP, tentu belum sepenuhnya menetapkan fungsi,  peranan dan indikator keberhasilan PUSKOPCUINA sebagai federasi nasional. Salah satunya di perspektif bisnis internal, target untuk menjadi anggota Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU) - federasi CU Asia-tahun 2021 masih ditargetkan menjadi supporter member. Faktanya, sejak tanggal 6 September 2021, PUSKOPCUINA sudah resmi diterima menjadi anggota ACCU. Selain itu, sejak Februari 2021, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah mengesahkan akta perubahan Anggaran Dasar PUSKOPCUINA sehingga sah menjadi koperasi sekunder nasional. 

Romo Fredy selaku narasumber dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya menetapkan peran PUSKOPCUINA sebagai federasi nasional CU di Indonesia. Hal ini merujuk pada harapan ACCU terhadap sebuah federasi nasional yang disampaikan oleh Ms. Elenita San Roque, CEO ACCU pada seminar dalam rangkaian RAT PUSKOPCUINA TB 2020 di Yogyakarta yang lalu. Mestinya PUSKOPCUINA lebih memperkuat perannya sebagai sebuah federasi nasional CU, PUSKOPCUINA harus mampu mewujudkan CU yang terintegrasi tegas Romo Fredy. 


Perlunya kebersamaan dalam gerakan CU untuk mewujudkan integrasi; satu untuk semua, semua untuk satu. F.W. Raiffeisen telah mengingatkan kita bahwa apa yang tidak dapat dilakukan sendiri, dapat dilakukan bersama. Pendiri CU ini mau menegaskan pentingnya kebersamaan. Mengapa CU harus terintegrasi? Dalam kebersamaan, tentu kita mampu melewati tantangan yang dihadapi oleh CU saat ini. Beberapa tantangan yang ada saat ini, seperti digitalisasi, masyarakat, fintech, kurangnya peraturan yang pendukung, dan menjaga identitas koperasi. 


Sebagai sebuah federasi nasional, PUSKOPCUINA dituntut mampu menciptakan jejaring yang terintegrasi. Federasi nasional dituntut mampu mengambil “kepemimpinan” dalam aspek berbagi sumber daya, standarisasi, tata kelola dan disiplin diri serta solidaritas kontraktual. Dengan kurangnya peraturan pendukung bagi gerakan CU, maka aspek-aspek tersebut dibuat ketentuan sebagai “regulasi diri” bagi gerakan CU. 


Untuk mewujudkan jejaring CU yang terintegrasi dan berkelanjutan, maka perlu membuat solidaritas kontraktual sebagai “regulasi diri” yang mengatur tentang teknologi bersama, pengelolaan likuiditas yang terpusat, pengelolaan dan perencanaan SDM yang terpusat, pengelolaan Humas dan pemasaran yang terpusat, terstandardisasinya (produk dan pelayanan, jaminan, organisasi dan sistem), pengelolaan KPIs (standar kehati-hatian), pendidikan dan pelatihan, pengawasan berbasis risiko, branding-identitas visual, dan pendanaan yang stabil. 


Di beberapa negara, CU diintegrasi dapat diwujudkan, seperti NACUFOK di Korea Selatan, Desjardin di Kanada, dan SICREDI di Brasil. Pengalaman di negara-negara tersebut, dengan jaringan yang diintegrasi maka CU tertanam kuat di masyarakat dan menjalankan misi mereka dengan efektif, yakni membantu meningkatkan kualitas hidup anggota atau masyarakat.  


Dalam RAK, dilakukan review terhadap area kunci, indikator keberhasilan, inisiatif strategi, dan program kerja dari lima perspektif, yakni keuangan, anggota, proses bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran serta pendidikan dan pelatihan agar berkesesuaian dengan PUSKOPCUINA sebagai federasi nasional CU.  


Semoga PUSKOPCUINA mampu mewujudkan misinya memastikan keberlanjutan gerakan credit union melalui tata kelola yang sehat dan terintegrasi  berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas anggota dan meraih cita-citanya menjadi federasi nasional credit union yang terintegrasi, terpercaya dan berkelanjutan. 

Salam Solusi Cerdas Terpercaya, 

Erowin 

Share this Post:
Ditulis oleh Erowin
General Manager Puskopdit BKCU Kalimantan

Artikel Terkait: