Seminar RAT XXXVI PUSKOPCUINA TB 2024
MEMBERDAYAKAN ANGGOTA , MEMPERKUAT KOLABORASI,
Dan ADAPTIF TERHADAP PERUBAHAN
Merangkum hasil mengikuti seminar dalam Rapat anggota. Tahunan (RAT) XXXVI KSP PUSKOP CREDIT UNION INDONESIA Tahun Buku 2024.
Nara Sumber : P. Fredy Rante Taruk, PR (penasehat Puskopcuina)
Sebagai utusan dari CU. Angudi Laras dalam rangka mengikuti Rapat Anggota Tahuan ( RAT) XXXVI di Grand Swiss- Belhotel Darmo - Surabaya, /penulis mengikuti sesi acara Seminar, salah satu materi seminar dibawakan oleh Romo P. Fredy Rante Taruk, Pr. Beliau adalah penasihat Puskopcuina,
Kontribusi koperasi terhadap pembangunan berkelanjutan di seluruh dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang menunjukkan bagaimana koperasi menjadi pendorong butama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ( SDGs) PBB tahun 2030. Juga menekankan kemampuan unik koperasi untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan memperkuat ketahanan masyarakat.
Credit Union ( CU) adalah merupakan bagian dari gerakan Global Cooperatif, Gerakan CU se-dunia, bertujuan mengurangi kemiskinan.
Credit Union merupakan harapan bagi orang miskin dan komunitas masyarakat. Para pemimpin CU harus sepakat dan yakin dan percaya bahwa CU bisa mengurangi kemiskinan. Maka anggota harus menjadi pusat pelayanan CU.
Tujuan utama dari CU adalah mengontrol penggunaan uang, memperbaiki nilai- nilai moral dan fisik dari setiap orang, dan memberdayakan mereka bertindak mandiri ( Berbasis Komunitas).
Rumusan masalah
Bagaimana CU Primer Anggota Puskopcuina dapat bertahan dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat sehingga masih menarik dan memiliki peluang untuk dikembangkan.
Seperti apa kemampuan CU menyelesaikan persoalan dasar terkait pertumbuhan anggota, peningkatan Kredit Beredar ( KB) dan Penanganan Kredit Lalai (KL)
Apakah masih memungkinkan menjadikan CU menjadi lokomotif Pemberdayaan ekonomi anggotanya mencapai kesejahteraan hidup.
Sebagai salah satu variabel gerakan credit Union adalah pemberdayaan anggota, PUSCOPCUINA sebagai Federasi Nasional sangat memberi perhatian utama terhadap pemberdayaan anggota.
Pentingnya Pemberdayaan anggota :
1. Konsep pemberdayaan yang jelas dan tepat memastikan jalannya aktifitas Pemberdayaan
CU Primer.
2. Komunitas Teritori menjadi konsep dasar Pemberdayaan.
3. Kinerja Pemberdayaan CU Primer dipengaruhi oleh praktek implementasi komunitas
Teritori
4. Kinerja pemberdayaan CU Primer berbasis komunitas teritori mempengaruhi kesehatan
keuangan CU Primer.
5. Perbaikan tata kelola secara keseluruhan dengan memperhatikan Pemberdayaan secara I
ntegral memungkinkan CU Primer memperbaiki kinerja keuangannya secara berkelanjutan.
Misi demi kesejahteraan anggota menjadi keyakinan dan perjuangan bersama. Nilai- nilai dan prinsip etis dalam mengelola organisasi diteruskan dari pemimpin ke anggota.
Dengan slogan " Meningkatkan kualitas hidup anggota melalui Pemberdayaan " Diharapkan bahwa Credit Union merupakan sarana untuk menolong anggota untuk menolong dirinya, meningkatkan kualitas hidupnya dan mewujudkan tujuan keuangan hidupnya.
Peranan Aktivis di Wilayah Teritori
Salah satu motor penggerak pertumbuhan anggota CU adalah peran Aktivis, sesuai dengan wilayah teritorinya tugasnya antara lain :
- merekrut, mendampingi dan memberdayakan anggota.
- mengorganisir aktivitas CU terkait anggota.
- memastikan anggota aktif menggunakan layanan CU
- memastikan program Pemberdayaan berjalan dengan baik.
- menjadi contoh/ teladan anggota CU yang baik.
Pengelolaan sumber daya anggota dalam wilayah komunitas bisa dikategorikan berhasil apabila terpenuhi indikator yang positif antara lain :
- Terwujudnya komunitas Teritori anggota yang tertata, peduli/ solider, dan berproses
- menjadi komunitas pemberdayaan.
- Terwujudnya komunitas Pemberdayaan dengan berbagai aspek peningkatan kualitas hidup
- anggota., nilai- sosial, keuntungan kelompok & individu. Kelestarian alam dan ke
- hidupan nyaman.
- Terintegrasi dalam masyarakat dan berkolaborasi dengan program Pemerintah.
- Penggunaan teknologi Informasi yang sesuai dan berpihak kepada anggota.
Tantangan Kedepan Credit Union
Keberlanjutan Credit Union tergantung pada peran pimpinan serta suksesi regenerasi pimpinan yang terpola melalui tahapan- tahapan. Juga kompetisi pelayanan dengan entitas koperasi lainnya seperti yang sedang digalaklan pemerintah Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP). Credit Union juga harus patuh terhadap Regulasi baik bersumber dari Pemerintah maupun dari Puskopcuina. Mampu adaptif Bersinergi dengan program Pemerintah, Kontribusi Credit Union dalam situasi sosial ekonomi Indonesia saat ini, dengan aset yang dikelola cukup besar serta anggoat yang semakin bertumbuh diharapkan turut mewarnai peningkatan kesejahteraan anggota serta ekonomi masyarakat pada umumnya.
Untuk terwujudnya peran Credit Union tersebut di atas maka sudah saatnya Credit Unoin harus segera berbenah :
- Mengubah Konsep CU > Kembali ke dasar. Fokus pada anggota dalam wilayah Teritori.
- Mengubah keyakinan/ pemahaman tentang CU yang berkelanjutan.
- Fokus perbaikan tata kelola : rekruitmen, Kredit Beredar, Kredit Lalai, penggunaan Escete sebagai penerapan adaptif terhadap kemajuan teknologi digital, dan ekologi dalam masyarakat Teritori.
- Fokus pada kualitas staf yang memberdayakan melalui training center ( akademi/ pelati
- han.
- Memastikan staf yang ahli untuk konsultasi anggota demi kesehatan keuangannya.
- Melibatkan anggota sebagai aktivis, sebuah investasi masa depan.
- Patuh pada Regulasi, ada staf ahli dan konsultan yang tepat.
Demikian Ringkasan dari mengikuti seminar dalam Rangka Rangkaian acara Rapat anggota Tahunan (RAT) XXXVI Puskopcuina di Surabaya sebagai salah satu utusan dari CU Angudi Laras- Purworejo.



