Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Pembelajaran Credit Union

Studi Lapangan di Kelompok Usaha Binaan (KUBn) CU Kridha Rahardja

Share:
Studi Lapangan di Kelompok Usaha Binaan (KUBn) CU Kridha Rahardja

Tanggal 10 Juni 2024, sebanyak 56 orang peserta Lokakarya Pemberdayaan ke-8 melakukan studi lapangan pada KUBn CU Kridha Rahardja. Peserta dibagi dalam empat kelompok. Peserta berangkat dari Rumah Retret Panti Semedi, Klaten menuju lokasi kelompok binaan mulai pukul 08.10 WIB. Setiap kelompok menggunakan bis yang sudah disewa panitia untuk menuju lokasi KUBn. Waktu tempuh menuju masing-masing KUBn antara 25 menit – 45 menit, paling jauh menuju KUBN Serut Manunggal di Serut, Gunung Kidul yang usahanya ternak sapi beranggotakan 23 orang. KUBn lainnya yang dikunjungi adalah bank sampah KUBn Pintar di Dusun Panggil beranggotakan 17 orang, KUBN UKM Monggo Maju dengan usaha makanan ringan/kuliner beranggotakan 9 orang di Dusun Jali dan KUBn UKM Migunani dengan usaha kerajinan tangan yang jumlahnya 15 orang di Kelurahan Minomartani.

Peserta sangat antusias untuk belajar dari KUBn. Kelompok 2 dengan peserta 15 orang mengunjungi KUBn Monggo Maju yang ada di Dusun Jali, Kelurahan Gayamharjo, Kab. Sleman, Prov DI Yogyakarta. KUBn Monggo Maju beranggotakan 8 orang yang semua anggotanya perempuan. Usahanya fokus pada kuliner, seperti kue-kue. KUBn memiliki struktur organisasi yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota dengan 1 orang pendamping. Dalam pemaparan yang dilakukan oleh pendamping, Bu Sumarni menjelaskan mulai dari awal pendirian kelompok ini sampai perkembangannya. KUBn ini sudah terbentuk lebih dari satu tahun. Masing-masing anggota membuat makanan ringan yang kesehariannya dititip di warung-warung sekitar Dusun Jali dan khusus pada hari Minggu, KUBn UKM Monggo Maju membuka stand di Gererja Katolik  Paroki Maria Marganingsih. KUBn ini juga sepakat untuk menarik iuran Rp5.000,00 per anggota setiap penjualan dengan memperhatikan keuntungan yang didapatkan oleh masing-masing anggotanya. “jika anggota KUBn jualannya hanya sedikit yang laku, misalnya 2-4 buah, kami tidak ambil untuk iuran”, papar Ibu Marni selaku pendamping. Tidak semua anggota kelompok kami bisa baca tulis, tapi semua kami tahu cara hitung uang, tambah Bu Marni.

Foto: peserta Lokakarya Pemberdayaan ke-8 bersama mencicipi kuliner KUBn UKM Monggo Maju

Hal menarik lainnya dilakukan oleh KUBn Pintar yang usahanya mengolah sampah. Disamping mampu memberikan penghasilan bagi anggotanya, KUBn ini juga ikut ambil bagian dalam pelestarian lingkungan. Ini merupakan langkah kongkrit dari CU Kridha Rahardja dalam ambil bagian “climate action” untuk berupaya menyelamatkan bumi.

A group of people posing for a photo

Description automatically generated

Foto: peserta Lokakarya Pemberdayaan ke-8 bersama KUBn UKM Pintar

KUBn UKM Miguni yang fokus pada usaha kerajinan tangan kebanyakan beranggotakan ibu-ibu yang rata-rata sudah berusia sepuh, dan usia Jelita (jelang lima puluh tahun) papar Anto saat melaporkan hasil kunjungan kelompok 3. Anggota KUBn Miguni rata-rata memiliki pekerjaan sehingga mengisi waktu dengan usaha bersama untuk memenuhi  kebutuhan sekunder (ziarah, piknik, dan lainnya). KUBn ini optimis usahanya akan berkembang lebih baik di masa mendatang.

A group of people posing for a photo

Description automatically generated

                                                     Foto: peserta Lokakarya Pemberdayaan ke-8 bersama KUBn UKM Miguni

KUBn UKM Serat Manunggal yang beranggotakan 23 orang berfokus pada usaha ternak sapi. KUBn ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat melalui kelurahan. KUBn juga sudah mempunyai pengetahuan dasar tentang pemelihaaran ternak dan memiliki mentor yang berpengalaman untuk melakukan pendampingan. Hal menarik lainnya, KUBn Serat Manunggal sudah melakukan pemanfaatan limbah ternak untuk pupuk dan biogas. 

 

Foto: Pemaparan aktivitas KUBn UKM Serat Manunggal

CU Kridha Rahardja dalam kegiatan pemberdayaannya sudah menerapkan metode Aset Based Community Development (ABCD) yang merupakan model pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas masyarakat setempat. Walaupun konsep ini baru diterapkan oleh CU Kridha Rahardja, namun sudah mulai menunjukkan hasil yang positif dalam aktivitas pemberdayannnya.

Artikel Terkait: