Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Green Coop Assesment

GO GREEN COOPERATIVE: CU BETANG ASI IKUTI BIMTEK GREEN COOP ASSESSMENT PUSKOPCUINA BERSAMA Mr. KAMON (ACCU)

Share:
GO GREEN COOPERATIVE: CU BETANG ASI IKUTI BIMTEK GREEN COOP ASSESSMENT PUSKOPCUINA BERSAMA Mr. KAMON (ACCU)

Komitmen terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan kini semakin menjadi prioritas utama di sektor koperasi. Hal ini ditunjukkan oleh Profil CU Betang Asi dalam hal Budaya Organisasi yang meliputi Respect to members (peduli terhadap anggota), Respect to environtment (peduli terhadap lingkungan), Respect to good governance (peduli terhadap tata kelola yang baik) serta Deklarasi Green Cooperative CU Betang Asi pada 24 Februari 2024 lalu. Turut aktif berpartisipasi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Green Credit Union/Cooperative Assessment yang diselenggarakan oleh PUSKOPCUINA (Pusat Koperasi Credit Union Indonesia) pada 19 dan 27 Oktober 2026 merupakan langkah nyata yang diambil oleh CU Betang Asi.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali Credit Union (CU) dengan instrument pengukuran, pemahaman mendalam serta strategi konkret dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik (Environmental, Social and Governance/ESG) ke dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Bimtek kali ini terasa spesial dan interaktif karena menghadirkan narasumber istimewa, Mr. Kamon Kiattisirikumpon selaku Manager Member Service dari Asian Confederation of Credit Unions (ACCU) didampingi oleh Mr. Dindo Meroy selaku Manager Training and Development Services of ACCU. Dengan gaya mengajarnya yang dinamis, hangat dan penuh energi, Mr. Kamon berhasil mencairkan suasana dan membuat materi berat tentang standar lingkungan menjadi sangat menyenangkan serta mudah dicerna oleh seluruh peserta, walaupun bimtek ini dilaksanakan secara daring.

Tidak hanya berupa paparan teori, para peserta dari CU Betang Asi dan 15 CU primer lainnya yang tergabung dalam gerakan PUSKOPCUINA juga diajak aktif terlibat melalui berbagai simulasi kondisi riil. Dalam sesi ini Mr. Kamon mengangkat skenario kasus nyata di lapangan, di mana peserta diajak berpikir kritis dan langsung memberikan assessment atau penilaian terhadap kondisi tersebut. Simulasi interaktif ini membuat peserta seolah-olah menjadi asesor audit Green Coop yang sesungguhnya, namun dalam balutan suasana santai dan penuh antusiasme.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan pergeseran tren ekonomi yang ramah lingkungan, CU dituntut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial semata. Melalui kerangka Green Coop Assessment yang dipandu oleh Mr. Kamon, PUSKOPCUINA memfasilitasi CU Primer anggotanya untuk mengevaluasi sejauh mana praktik bisnis CU telah selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.

Terdapat 63 indikator penting yang menjadi fokus dalam assessment ini meliputi 7 area sebagai berikut:
1. Governance, Awareness & Knowledge (Tata kelola, kesadaran dan pengetahuan)
2. Reduce Energy & Emission (Mengurangi energi dan emisi)
3. Manage Resources & Wastes (Pengelolaan sumber daya dan limbah)
4. Green & Climate-Smart Finance (Keuangan hijau dan cerdas iklim)
5. Member Resilience & Disaster Preparedness (Ketangguhan anggota dan kesiapsiagaan bencana)
6. Institutional Resilience (Ketangguhan lembaga)
7. Community Resilience & Ecosystems (Ketangguhan komunitas dan ekosistem)
Partisipasi CU Betang Asi dalam bimtek ini menegaskan visi lembaga untuk terus bertransformasi menjadi koperasi yang adaptif, modern dan bertanggungjawab secara ekologis. Peserta dari CU Betang Asi merasa bahwa metode pelatihan yang dibawakan oleh Mr. Kamon memberikan wawasan baru dalam memetakan area mana saja yang perlu ditingkatkan.

PUSKOPCUINA bersama jejaring internasional seperti ACCU memotivasi seluruh CU primer di bawah naungannya untuk mengadopsi standar Green Coop. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan efek domino yang positif, di mana ribuan anggota CU di berbagai daerah turut tergerak untuk menerapkan gaya hidup dan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan. Melalui sinergi antara PUSKOPCUINA, ACCU dan CU Betang Asi ini, gerakan koperasi di Indonesia membuktikan bahwa sektor ekonomi kerakyatan memiliki peran strategis yang terdepan dalam menghadapi krisis iklim global serta mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.

Author Image

Deputi GM Bidang Pemberdayaan CU Betang Asi

Artikel Terkait: