Perayaan International Year of Cooperative dan International CU Day 2025
Tahun 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan International Year of Cooperative (IYC). Untuk yang ke-2 kalinya sejak ditetapkan pertama tahun 2011. Tentu ada alasan mendasar PBB menetapkan tahun internasional koperasi untuk yang ke-2 kalinya.
Dikutip dari materi yang disampaikan oleh Shivali Sarna, Lead-Communications & Membership Development ICA Asia and Pacifik, bahwa PBB menetapkan "Tahun Koperasi Internasional 2025" karena kontribusi koperasi yang terbukti sangat efektif dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembangunan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Tahun ini juga berfungsi sebagai langkah percepatan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang memegang peranan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan, mencapai kesetaraan gender, dan menyediakan pekerjaan yang layak. Selain itu, ini menjadi pengakuan terhadap ketahanan dan kemampuan koperasi dalam menanggapi berbagai tantangan global yang dinamis.
Membanggakan dan mengembirakan bagi kita sebagai insan koperasi, baik sebagai penggiat Koperasi CU maupun sebagai anggota CU. Ternyata koperasi berperan penting di seluruh dunia dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembangunan sosial, dan keberlanjutan lingkungan
Perayaan bersama dimulai dari diskusi antar Ketua Pengurus PUSKOPCUINA, Ketua Pengurus PUSKHAT dan Ketua Pengurus PUSKOP CU Borneo di bulan Maret 2025. Pada rapat koordinasi pimpinan manajemen PUSKOP di Kalbar tanggal 3 Maret 2025 yang dihadiri oleh Erowin (GM PUSKOPCUINA), Primus Segang Lase (GM PUSKHAT) dan Philipus Dwiraharjo (Manajer PUSKOP CU Borneo) membahas dan menyepakati ide perayaan bersama IYC dan International Credit Union (ICU) Day 2025.
Pertemuan pimpinan manajemen berikutnya, 10 Juni 2025 salah satu keputusannya tema lokal perayaan IYC dan ICU Day 2025, tema yang diusung “ Credit Union: Menyemai Harapan, Menuai Kesejahteraan”. Sedangkan tema IYC yang ditetapkan oleh PBB “Cooperatives Build a Better World”.
Beberapa kali ide ini dimatangkan oleh para pimpinan manajemen 3 PUSKOP di Kalbar, dan selanjutnya dalam pertemuan di Kantor PUSKOPCUINA tanggal 8 Agustus 2025 dibentuk struktur kepanitiaan IYC dan ICU Day 2025 dengan SC dari unsur Ketua Pengurus di empat PUSKOP yang ada di Kalbar (PUSKOPCUINA, PUSKHAT, PUSKOP CU BORNEO dan PUSKAP) dan OC dengan Ketua: Philipus Dwiraharjo, Wakil Ketua I: Erowin, Wakil Ketua II: Ferdinandus, Sekretaris: Rosalina Susi dan Bendahara: Primus Segang Lase. OC inti berasal ini juga berasal dari empat PUSKOP. Selain itu, dibentuk seksi kepanitiaan lainnya sesuai kebutuhan. Perayaan bersama yang pertama kalinya ini sebagai wujud semangat kolaborasi, agar CU terus tumbuh sebagai kekuatan nyata dalam membangun Indonesia yang berdaya dan mandiri. Aktivitas yang dilakukan dalam perayaan ini berupa bakti sosial, seminar nasional, pertemuan Forum Kredit Union (Focus), seminar internasional, launching buku otobiografi AR. Mecer, misa perayaan syukur, pentas seni dan budaya, jalan sehat, dan pameran produk UMKM.
Kegiatan diawali dengan sumbangan sosial tanggal 16 Oktober 2025 dengan memberikan sumbangan ke Panti Jompo Graha Werdha Marie Joseph yang dikelola Suster KFS di Jalan Budi Utomo dan Panti Asuhan Bunda Pengharapan Pontianak, di Jalan Adisucipto. Bakti sosial lainnya berupa donor darah yang dilaksanakan di lokasi Rumah Radangk, tanggal 17 – 18 Oktober 2025.

OC menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Bunda Pengharapan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, telah membuka acara perayaan International Year of Cooperatives (IYC) dan International Credit Union (ICU) Day 2025 di Rumah Radangk, Jalan Syahrir, Pontianak. Saya kira kegiatan ini kecil, ternyata acaranya besar, ujar Wagub. Wagub mengapresiasi kinerja Credit Union di Kalimantan Barat karena telah mampu membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. CU telah membantu masyarakat yang ada di kampung-kampung, yang sulit mendapatkan akses layanan perbankan. Berkat CU, anggota mampu menyekolahkan anak-anaknya, anggota mampu bangun rumah, mengembangkan usahanya, papar Wagub. Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan dukungan pemerintah terhadap gerakan Credit Union (CU) sebagai penopang ekonomi rakyat.

Ritual Adat, Penyambutan Wakil Gubernur, Krisantus Kurniawan
Seminar nasional menghadirkan dua orang pembicara dari kalangan akademisi. Seminar dihadiri sekitar 500 orang peserta. Pembicara pertama dikenal sebagai ahli etika, filsafat, dan moral, Prof. em. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ dengan tema Credit Union dan Etika. Mengawali paparannya, Romo Magnis menyampaikan bahwa dia tidak terlalu memahami CU, sudah lama sekali temannya Romo Karl Albrecht Karim Arbie, SJ bercerita dengan penuh semangat tentang CU. Romo Karl Albrecht Karim Arbie, SJ, missionaris Jesuit dari Jerman dan orang yang pertama kali memperkenal konsep Credit Union di Indonesia.
Romo Magnis menjelaskan bahwa tantangan etika yang ada saat ini adalah pembusukan. Pembusakan dapat mengancam atau merusak. Contohnya tindakan memperkaya diri. Orang CU tidak boleh memperkaya diri. Secara kodrati, manusia sejak lahir sudah diberikan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, ujar Romo Magnis. Tujuan tidak membenarkan cara. Dalam etika, tujuan tidak membenarkan sarana. Tujuan yang baik mesti diraih dengan cara yang baik pula, pesan Romo Magnis.
Romo Magnis menekankan pentingnya nilai dalam mengelola CU. Ada 6 nilai yang diusulkannya untuk dihidupi sebagai penggiat CU, yakni integritas, akuntabilitas, transparansi, keadilan, pelayanan dan kepedulian (compassion).

Prof. em. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ (Pembicara) dan A. Alibata, S.Pd. (Moderator)
Sesi ke-2, menghadirkan Prof. Dr. Eddy Suratman, S.E., M.A, guru besar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura mengusung tema Tantangan, Peluang dan Strategi CU Menghadapi Perlambatan Ekonomi. Prof Eddy, menuturkan tantangan, peluang dan strategi untuk mengatasi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi tahun 2026. Tantantangan yang ada antara lain terkait perekonomian global dan nasional diperkirakan menurun namun perekonomian Kalbar masih cukup baik di tahun 2025 hingga tahun 2029 dan harga komoditi akan tertekan sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi global. Peluang yang dapat dimanfaatkan diantaranya sektor pertambangan dan perkebunan masih tumbuh positif dan ekspor juga masih tumbuh positif, investasi PMA dan PMDN di Kalbar masih terus meningkat dan angka inflasi terjaga pada tingkat yang rendah.
Perlu strategi yang tepat. Prof Eddy, menawarkan strategi kepada penggiat CU, diantaranya memanfaatkan teknologi informasi (digitalisasi) sesuai skala ekonomi masing-masing CU melalui kerja sama dengan pihak lain untuk menekan biaya, memperkuat Manajemen Risiko melalui pelatihan SDM profesional terutama untuk terus mengurangi resiko operasional dan untuk menangani ancaman siber (dampak negatif digitalisasi) dan tetap fokus pada peningkatan kesejahteraan anggota melalui pemberdayaan ekonomi lokal dengan prioritas pada penyediaan modal bagi usaha rumah tangga, pertanian, mikro, dan kecil.
Di hari ke-2, tanggal 18 Oktober 2025, diadakan pertemuan FOCUS, untuk pemilihan pengurus FOCUS dan membahas hal-hal strategis. Dilanjutkan dengan seminar internasional. Pembicara pertama menghadirkan Shivali Sarna, Lead – Communications & Membership Development, ICA Asia and Pacific dengan tema Cooperatives Build a Better World. Shivali Sarna hadir secara daring.
Shivali Sarna menjelaskan tentang organisasi The International Cooperative Alliance (ICA). Beranggotakan 325 organisasi dari 106 negara. Mewakili 1 miliar anggota dari lebih dari 3 juta koperasi di seluruh dunia. ICA memiliki 4 Kantor Regional, 8 Organisasi Sektoral, dan 5 Komite Tematik.
Dalam paparannya, Sarna menjelaskan bahwa di Indonesia, Kalimantan Barat diakui sebagai “barometer” gerakan CU. Seperti model CU Pancur Kasih berakar pada pemberdayaan dan pendidikan budaya Dayak. PUSKOPCUINA sebagai Federasi Nasional mendorong transformasi digita, seperti ESCETE core banking.
Sarna juga menyampaikan bahwa koperasi dari lokal hingga pengakuan global. Salah satu anggota PUSKOPCUINA yang disebut dalam materinya adalah CU Sauan Sibarrung. CU Sauan Sibarrung menerima Penghargaan tata kelola yang baik dari ACCU (baca: ACCESS Branding dan CULEG) untuk akuntabilitas dan manajemen yang transparan. Sarna menambahkan bahwa CU Sauan Sibarrung berperan sebagai model tata kelola koperasi yang etis untuk CU pedesaan.
Sesi ke-2 seminar internasional menghadirkan Manajer Layanan Pelatihan dan Pengembangan Association of Asian Confederation of Credit Unions (ACCU), Mr. Dindo A. Meroy sebagai pembicara. Tema High Road leadership: Bringing People Together in A World that Divide. Dindo memaparkan kepemimpinan high road adalah gaya memimpin yang berfokus pada mempersatukan manusia di tengah dunia yang terpecah.

Kanan ke kiri: Hendriyatmoko (SC), Tony (Moderator), Dindo A. Meroy (pembicara), dan Martono (SC)
Dindo menekankan, seorang High Road Leader menempatkan orang di atas agenda pribadi, melakukan hal yang benar karena alasan yang benar, serta memberi lebih banyak daripada yang diambil. Mereka menghargai setiap orang, menjunjung nilai kejujuran, kerendahan hati, dan keberanian untuk bertanggung jawab. Pemimpin jenis ini membangun jembatan, bukan tembok, serta mencari tujuan bersama yang memperbaiki kehidupan anggota dan komunitas. Dengan semangat melayani, ketulusan, dan perspektif yang luas, High Road Leaders membawa harmoni, menumbuhkan potensi manusia, dan memimpin dengan hati yang terbuka, penuh kasih, dan berintegritas, ujar Dindo.
Malam harinya, dilanjutkan dengan pentas seni dan budaya. Peserta menggunakan kostum bernuansa pakaian daerah. Diawali dengan tarian Dayak. Masing-masing PUSKOP diminta mementaskan hiburan.
Hari terakhir, tanggal 19 Oktober 2025 diadakan jalan sehat. Dihadiri tak kurang dari 500 orang peserta. Start mulai di Auditorium Untan dan finish di depan Masjid Mujahiddin. Hari itu bertepatan dengan Car Free Day, agenda rutin setiap hari minggu di Jalan A. Yani, Pontianak. Peserta terlihat antusias.

Persiapan Jalan Sehat
Selanjutnya, pemaparan rekomendasi pertemuan Youth. Kegiatan ini diadakan dalam rangkaian perayaan IYC dan ICU Day 2025 yang dilaksanakan secara khusus oleh Inkopdit. Dihadiri oleh 91 orang peserta dari kaum muda penggiat CU asal Kalbar, Jakarta, NTT dan Lampung. Berbagai kegiatan diadakan untuk youth. Antara lain, outbound, sesi seminar dengan mendatangkan narasumber dari Pontinak, Jakarta dan Filipina.
Selanjutnya diakhir acara diadakan doorprize. Peserta tidak sabar untuk melihat keberuntungannya. Berbagai hadiah sudah disiapkan oleh panitia dengan hadiah utama sepeda listrik. Satu persatu nomor peserta disebutkan oleh MC disambut riuh dan tepuk tangan peserta.
Perayaan IYC dan ICU Day ini menjadi cikal bakal untuk perayaan ICU Day pada tahun-tahun mendatang sebagai wujud kolaborasi gerakan CU di Kalimantan Barat.



