Selamat datang di website Federasi Nasional Credit Union Indonesia - PUSKOPCUINA
Jam Kerja PUSKOPCUINA Senin s.d. Jumat pukul 07.30 s.d. 15.30 WIB, Efektif Per 4 Maret 2024

Pendidikan & Pelatihan

Seminar "PINJOL: Solusi atau Malapetaka?" Ajak Masyarakat Lebih Bijak Mengelola Keuangan

Share:
Seminar "PINJOL: Solusi atau Malapetaka?" Ajak Masyarakat Lebih Bijak Mengelola Keuangan
WhatsApp Image 2026-05-30 at 11.44.31.jpeg

Jakarta, 30 Mei 2026 – Di tengah semakin maraknya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan paylater di Indonesia, Credit Union Pelita Sejahtera menyelenggarakan seminar edukasi keuangan bertajuk "PINJOL: Solusi atau Malapetaka?". Kegiatan ini menghadirkan narasumber : Bpk. Andreas Aries Heru Prasetyo, Ph.D., CER, CRMP, MET sebagai narasumber yang membahas secara mendalam manfaat, risiko, serta strategi pengelolaan keuangan keluarga di era digital.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pinjaman online pada dasarnya dapat menjadi solusi ketika digunakan secara tepat, misalnya untuk kebutuhan produktif, pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan mendesak yang terukur. Namun, pinjaman juga dapat berubah menjadi sumber masalah apabila digunakan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif, menutup utang lama, atau ketika cicilan sudah melampaui kemampuan keuangan keluarga.

Peserta diajak memahami fenomena meningkatnya penggunaan pinjaman online yang dipengaruhi oleh kemudahan akses, proses yang cepat, serta masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat. Selain itu, perkembangan gaya hidup digital dan budaya konsumtif turut mendorong semakin banyak orang memanfaatkan fasilitas pinjaman tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjangnya.

Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan
mengenai siklus utang. Narasumber menggambarkan bagaimana seseorang dapat
terjebak dalam lingkaran "pinjam–cicil–kurang bayar–pinjam lagi" yang
pada akhirnya berujung pada stres, konflik keluarga, gangguan keuangan, hingga
gagal bayar. Peserta juga diajak mengenali tanda-tanda kondisi keuangan yang
mulai tidak sehat, seperti cicilan yang melebihi 30 persen dari pendapatan,
kebiasaan gali lubang tutup lubang, dan minimnya tabungan setiap bulan.


Selain membahas risiko, melalui seminar ini juga memberikan berbagai
solusi praktis. Peserta didorong untuk membedakan kebutuhan dan keinginan,
membangun dana darurat, menyusun anggaran keluarga, serta mencari bantuan dan
pendampingan apabila sudah mengalami kesulitan dalam mengelola utang. Pesan
utama yang ditekankan adalah bahwa masalah keuangan harus dihadapi dengan
perencanaan yang baik, bukan dengan menambah pinjaman baru.


Meskipun jumlah peserta yang hadir belum sesuai target yang diharapkan,
suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan,
pengalaman, dan pandangan dari peserta memperkaya diskusi, menunjukkan
tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu literasi keuangan dan dampak
pinjaman online.


Melalui kegiatan ini, Credit Union Pelita Sejahtera berharap semakin
banyak masyarakat memahami bahwa pinjaman bukanlah sesuatu yang harus dihindari
sepenuhnya, tetapi harus digunakan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan
sesuai kemampuan. Literasi keuangan yang baik menjadi kunci untuk menjaga
kesejahteraan keluarga sekaligus menghindari jeratan utang yang dapat
mengganggu kehidupan ekonomi, sosial, maupun psikologis.


Seminar ditutup dengan ajakan kepada seluruh
peserta untuk terus membangun kebiasaan keuangan yang sehat, karena masa depan
yang sejahtera tidak ditentukan oleh seberapa mudah seseorang memperoleh
pinjaman, melainkan oleh kemampuannya mengelola keuangan dengan bijak dan
disiplin.



Artikel Terkait: